“Heartstrings”
Author
: Nafisa
~Oneshoot~
Genre: romance and comedy(?)
Twitter: @Shnafifly
www.nafisaclouds.wordpress.com
Cast : Lee Hyo Sup
Kim
Yesung
Lee
Donghae
Cho
Kyuhyun
Kim
Ryeowook
Park
Minyoung
Annyeong ~~
Ini FF pertama saya, jadi mohon maaf sebelumnya
kalau FF nya ada kekurangan…
Warning : Typo berkeliaran dan membuat anda terserang TBC :p
~Happy Reading….. J
Hyo sup pov~
Kring.. Kring.. deringan alarm membangunkanku,
setiap hari selalu begitu. Yaa.. bagaimana tidak, aku hanya sendiri di Seoul.
Aku Lee Hyo Sup, aku sudah tinggal di Seoul selama 1 tahun. Aku orang campuran
dari Korea dan Indonesia, Ayahku korea dan ibuku Indonesia. Aku memilih
universitas di korea karena hanya disini fakultas yang aku inginkan. Aku mengambil
fakultas musik tradisional korea, aku mendapatkan alat musik yang bernama
Gayageum. Awalnya memang susah untuk dimainkan, namun setelah aku belajar di
universitas ini bermain gayageum sangat mudah. Orang tua ku tinggal di
Indonesia, setiap 1 bulan sekali mereka mengunjungiku.
###
Pagi ini aku ada kelas, jadi aku harus berangkat
pagi.
Saat aku di meja makan, ponsel ku berdering.
“Yeobseyo, Mwoya Min young??”
“Yeobseyo Hyo sup-ahh. hari ini aku tidak naik
mobil, jadi aku bareng kamu ya ke kampus”
Kata minyoung dari sebrang telepon. Dia adalah
salah satu teman akrab ku di Seoul.
“ahh.. ne, tapi jangan sampai kau telat”
“tenang chingu, aku segera berangkat. Bye” pip..
segera ku tutup telponnya.
Aku melanjutkan sarapanku
sambil menunggunya.
Tidak lama aku menunggu, dia datang dengan caranya
yang selalu nyelonong masuk apartementku tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
Sehingga aku terkejut di buatnya.
“Yak!! Min young-ssi, kebiasaanmu itu harus
dihilangkan! Kau mau membuatku mati ha!??” kataku kesal padanya
“Ahh mianhae, aku akan ulang ne”
Dia pun keluar dan sekarang dia mengetuk pintu
dahulu. Dengan wajah yang bingung aku pun membukakan pintu untuknya.
“Aish..~ Minyoung, kau ini aneh sekali.. sudahlah
masuk” kataku dan menyuruhnya untuk masuk ke dalam. Dan dia hanya membalasnya
dengan tertawa.
‘huh dasar Minyoung’ kataku dalam hati sambil
menggelengkan kepala.
Dia duduk di sofaku untuk menaruh tas nya, setelah
itu ia jalan menuju meja makanku.
“Sup-ahh, roti ini aku makan ya. Aku sangat lapar”
kata Minyoung sambil menunjuk roti yang ada di meja makan.
“Ne~ silahkan. Kalau perlu kau habiskan saja
semua. Lagi pula selain aku tidak ada yang memakannya lagi. Setelah itu kita
berangkat ne?” tanyaku yang sedang duduk di sofa dan mendengarkan musik.
“ ne” jawab Minyoung dengan mulutnya yang dipenuhi
oleh roti.
Setelah makan, aku dan Minyoung pergi ke kampus
menaiki mobilku dengan kecepatan standar.
KyuHee Universitas (namanya asal readers wkwk :p)
Aku dan Minyoung berlari membawa gayageum ku yang
berat itu menuju kelas ku. Sialnya saat aku berlari, gayageum ku menyenggol alat
music seseorang yang sedang
asyik duduk di samping tangga. Karena dia mendengar suara jatuhnya alat music
itu, saat itu juga dia menoleh padaku.
“Hey kau!!” dia
memanggilku.
Dalam keadaan takut aku menghampirinya dan meminta
maaf padanya. Aku tertunduk malu, tak berani melihat wajahnya.
“mi… mianhae sunbae” kataku gugup.
“kau! Siapa kau???”
“Lee.. Lee hyo sup imnida sunbae, dari fakultas
music tradisional”
“ohh. Kau dari fakultas m.tradisional. Kau tau kau
salah?”
“ne sunbae, jeongmal mianhae” kataku sambil
memperdalam tundukanku.
“aku idak bias memaafkanmu, karena kau gitarku
hamper rusak.. kau tau tidak, gitar itu sangat berharga bagiku. Untuk membalas
kesalahanmu nanti siang kau datang ke tempatku, aku ada di kelas music
tradisional. Katakan saja kau mencari Kim si pemain gitar. Arrase?!” katanya
yang panjang lebar dan menjauhiku.
Setelah namja itu pergi, minyoung yang dari tadi
menjauh darku sekarang menghampiriku.
“gwenchana sup-ahh??” Katanya cemas melihatku.
“ne, gwenchanayo. Aku hanya di suruh menemuinya
siang ini. Kau mau menemaniku kan?”
“hmm arraseo, sekarang ayo kita ke kelas” ajaknya
lalu menggandengku.
##
Selama pelajaran aku tidak bias konsentrasi, aku
selalu memikirkan namja itu.
“Kim si pemain gitar” kataku saat di kantin.
“Hey, sup ayam. Kau sedang melamunkan apa?” kata
seorang namja yang sudah sangat aku kenal suaranya sambil menepuk pundakku dari
belakang.
na“ehh.. aniya, aku hanya memikirkan sesuatu saja.
Kau! Lee Donghae. Kenapa baru muncul?” tanayku pada sahabat ku ini.
“Yaa.. kau taulah aku sangat sibuk rekaman saat
ini. Kau merindukanku ya sup ayam??” kata donghae menunjukku dan tertawa evil
kepadaku.
“yak! Mana mungkin aku merindukanmu. Aku hanya
ingin tahu saja. Kau ini terlalu PD, iya kan minyoung-ssi?”
“ehh, ne” kata minyong yang sedari tadi hanya asik
memakan makananya.
“hey minyoung-ssi, kerjaanmu hanya makan saja
ya??” kata donghae ke minyoung.
“ani, aku disini makan, makan, makan, membaca buku
dan minum” jawab minyoung dengan mulut yang penuh dengan makanan.
“biarkan sajalah, memang hobi nya seperti itu”
kataku pada donghae.
Aku melihat jam tanganku, ternyata sudah pukul 1.
“minyoung-ssi,sekarang sudah pukul 1. Cepat
habiskan makananmu, setelah itu temani aku” kataku pada minyoung sambil
memasukkan buku yang tadi aku baca ke dalam tas.
“ kau mau kemana? Bukannya siang ini kau tidak ada
kelas?” kata donghae dengan muka bingungnya padaku.
“aku ingin ke kelas music modern” kataku singkat.
“kelas music modern? Ada urusan apa??” Tanya
donghae padaku.
“ada urusan sedikit”
“ohh, bagaimana kalau aku saja yang menemanimu.
Lagi pula minyoung sedang asik makan, kau tidak boleh mengganggunya.” Kata
donghae yang membuatku berfikir sejenak.
“hmm.. arra, Minyoung kau tunggu disini ne?”
“ ne” jawabnya degan anggukan.
“kajja hae” ajaku sambil menggandeng lengan
donghae.
~~
Aku dan donghae sudah akrab sebelum aku ke Seoul.
Aku mengenalnya di dunia maya. Banyak rang yang mengira aku yoejachingunya,
padahal aku hanya sahabatnya saja. Apalagi saat ini dengan posisi ku yang
menggandeng lengannya. Banyak yeoja yang iri padaku. Yaaa.. karena Lee donghae
memang popular di kampusku.
~~
Sesampainya di kelas yang kutuju. Donghae yang
mengetuk pintunya lebih dulu dari pada aku, padahal yang punya urusan kan aku.
(dasar ikan mokpo yg aneh) #ditampar para fishy xP
Setelah pintu di buka, muncul seorang namja dengan
wajah imutnya. Dia bertanya pada donghae.
“siapa kau? Apa urusanmu ke sini?” katanya dengan
wajah dinginnya.
Aku langsung menjawabnya yang membuat namja itu
mengalihkan pandangannya padaku.
“aku mencari Kim si pemain gitar, kau tahu dia?”
“ada urusan apa kau dengannya” katanya dengan muka
ketus nya padaku.
“tadi aku menjatuhkan gitarnya. Dia menyuruhku
untuk menemuinya disini, apakah dia ada?” Tanya ku lansung karena tidak mau
berlama-lama dengan namja cute ini (takut pingsan) wkwkwk #abaikan -_-“
“baiklah, tunggu sebentar!” kata namja tersebut
lalu menutup pintu, ah ani membantingnya lebih tepat.
“aneh sekali namja itu” kata donghae padaku.
~1 jam berlalu~
“kenapa namja itu tidak keluar juga?” kata donghae
yang masih berdiri di sebelahku.
“mollayo, aku juga bosan harus menunggunya seperti
ini”
Donghe mengeluarkan earphone dan iphone nya dari
tas ransel yang di gendongnya. (mau jadi tasnyaa.. xP)
“untuk mengurangi kebosananmu, kau mau
mendengarkan laguku?” kata donghae dan mengulurkan earphone sebelah kananya
padaku. Aku menganguk tanda setuju, aku mengambil earphone nya dan ku pasang di
telingaku. Saat earphone sempurna terpasang, terdengar suara lembut yang khas
dari Lee donghae.
“bagaimana pendapatmu tentang laguku?” tanyanya
masih dengan keadaan yang tadi.
“lagunya bagus,suaramu juga tidak kalah bagusnya.
Tidak sia-sia ya kau berlatih keras.Tapi kau memang berbakat ikan mokpo yang
tampan. Aku senang mempunyai sahabat seperti mu.” Kataku memuji sahabatku ini.
Aku menoleh ke arahnya, ku lihat dia sedang menatapku dengan senyuman yang bisa
membuatku sesak nafas.. huffttt..
“Yak! Lee Hyo sup.. tadi kau panggil aku apa??”
katanya aku hanya tersenyum dengan wwtadosnya.
“tapi tak apalah, itu nama panggilan sayangmu
padaku kan?? Hyo sup-ahh, aku inin memelukmu..” lanjutnya sambil merentangkan
tangannya agar aku bisa memeluknya. Aku pun mengahampirinya da membalas
pelukannya. Tapi tiba-tiba terdengar suara bariton seorang namja.
“hey.! Kalian sedang apa?” kata namja itu dengan
muka penasarannya.
Aku yang membelakangi namja itu pun berbalik untuk
melihatnya. Ternyata namja itu si Kim pemain gitar.
“kau! Kau kan yang ingin bertemu denganku? Kenapa
tadi kau tidak masuk saja eoh?” katanya sambil menunjuk wajahku.
“aku di suruh menunggu disini tadi”
“siapa yang menyuruhmu?” Tanya nya dengan wajah
bingungnya.
Tiba-tiba namja yang sebelumnya keluar menemuiku
dan donghae muncul di balik pintu.
“hyung! Ayo kiya makan, aku sangat lapar.” Katanya
manja kepada Kim sambil mengelus-elus perutnya.
“dia yang menyuruhku” kataku menunjuknya saat aku
melihat namja itu.
“mwo?! Na?” kata namja itu sambil menunjuk dirinya
sendiri.
“ne.! kau! Kau kan yang tadi menyuruh kami untuk
menunggu disini sampai kami bosan.”
“Ryeowook apakah itu benar?” kata Kim menoleh ke
namja tersebut.
“Eoh, ne hyung.. aku suka mengerjainya. Dia lucu”
kata namja yang bernama ryeowook itu sambil senyum evil padaku.
Aku dan donghae seketika saling menoleh dengan
waajah yang sma-sma melihatkan kebingungan saat ryeowook memanggilku lucu.
“aishh, kau ini sudahlah. Oiya, kyuhyun
eoddiseo??”
Kim dan ryeowook saling memutar pandangan untuk
mencari yang bernama kyuhyun itu.
“hey hyung.!” Terdengar suara namja di belakangku.
Aku pun menoleh mencari orang yg memiki suara tersebut.
“Kyu, darimana saja kau?” kata ryeowook yang di
tujukan ke namja tampan, berkulit putih,dan tinggi yang sedang menghampiri
kami.
“aku habis makan sambil bermain psp ku hyung”
katanya saat sudah berada di depanku.
“annyeong eonni, oppa. Kalian pasangan yang
serasi” lanjut kyuhyun saat melihatku dan donghae.
Aku terbelalak kaget mendengar ucapan salamnya
padaku. Begitu pula donghae.
“ehh.. annyeong, kenapa kau memanggilku…” kataku
bersamaan dengan donghae. Yang membuat kami saling menoleh dengan tatapan
bingung.
Tapi kyuhyun hanya menunjukkan senyum watadosnya
padaku dan donghae.
“ahh sudahlah, itu memang kebiasaan buruknya.”
Kata Kim membuyarkan pikiranku.
“kau! Ikut aku, dan kalian bertiga tunggu disini”
lanjut Kim dan menarikku ke dalam kelas tempat dia keluar tadi. Saat di dalam
kelas Kim menghempaskanku hingga aku terduduk di salah satu bangku. Ia memutar
bangku yang ada di depanku dan duduk di bangku itu.
“kau! Kau tahu kesalahanmu?” kata Kim memulai
pembicaraan.
“ne, arrayo.. aku akan mengganti gitarmu”
“andwe! Gitar itu sangat berharga bagiku. Aku mau
kau membalas kesalahanmu dengan menjadi budakku selama satu bulan, setelah itu
aku akan melupakan kesalahanmu”
“ne..” kataku dengan malas. Namun saat di serap
lagi perkataan dari Kim, aku baru sadar apa yang dikatakan dia tadi.
“MWO! Menjadi budak mu slama satu bulan?!” kataku
terbelalak kaget dengan ucapannya.
“kalau kau tidak mau, ya sudah.. aku akan
menghantuimu terus”
“aish.. arraseo, kau ini seperti hantu”
Aku berdiri dari bangku ku, aku melangkah ke arah
pintu. Namun belum sempat aku menarik pintu nya, Kim kembali memanggilku.
“hey! Lee hyo sup.. itu di mulai besok pagi. Kau
tidak boleh telat, mengerti?”
“aish.. namja ini. Ya! Aku mengerti. Kau puas Kim
yang menuebalkan!”
“hey kau!” kata kim sambil menunjukku, terlihat
sekali kalau dia sedang kesal padaku.biarkan lah, dia juga sudah membuatku
marah.
“sup-ahh kau baik-baik saja? Kenapa muka mu
seperti ibu-ibu yang memarahi suami nya yang ketahuan selingkuh?” kata donghae
saat melihat ku keluar dari kelas.
“aigoo Lee donghae.. kau ingin ku makan, eoh?”
“hmm.. mianhae, aku hanya ingin menghiburmu, habis
mukamu kau tekuk seperti itu aku jadi takut melihatnya”.
“Ahh.. sudahlah. Kau antarkan aku ke apartemen ya”
“baiklah, tapi bagaimana dengan minyoung?”
“Dia akan aku sms. Kau yang setir mobilku!”
“ne, nyonya manis” donghae meledekku smbil berlari
mendahuluiku.
“Yak!! Lee donghae” kata ku sambil
mengacung-acungkan (?) tanganku ke arahnya. Dan dia dengan watados nya
menertawakanku.
~Yesung POV~
Aku tertawa sambil keluar dari kelasku.
“hyung, gwenchana??” wookie bertanya pada ku
dengan wajah yang… aneh =,=
“eoh?! Nan gwenchana..” kataku sambil memberikan
senyuman kepadanya.
‘ini akan sangat mengasyikkan’ lanjutku dalam
hati.
“ahh.. hyung tadi kau apakan eonni??”Tanya kyu
gantian dengan wookie.
“nanti kau juga tahu.. jja, kita kembali ke
apartement”
Aku dan kedua dongsaengku pun jalan melalui lorong
kampus untuk kembali ke apartement kami. Memang aku dan kedua dongsaengku
tinggal di satu apartement. Meraka juga sudah ku anggap sebagai dongsaeng
kandungku dan sahabatku.
~yesung pov end~
Pagi ini sangat cerah, sayang
tidak secerah suasana hatiku. Aku pergi kekampus dengan mobilku. Di sepanjang
perjalan aku menceritakan semua kekesalanku kepada donghae melalui ponsel.
“hae, kau tahu kan kalau aku sudah menjadi
budaknya selama 2 minggu. Dan selama itulah hidupku tidak tentram. Kau cepatlah
kembali, hanya kepadamu aku bisa curhat”
“Aigoo~~ masih ada minyoung hyo sup-ahh. Kau
bisakan menceritakan smuanya ke minyoung?”
“Yak! Lee donghe, kau tahu diakan? Kalau aku
sedang bercerita dengannya dia hanya sibuk dengan makanannya. Jadi cepatlah kau
kembali”
“Ne, nyonya manis.. aku akan kembali sekitar
seminggu lagi. Sudah ya, kututup dulu telponnya, masih banyak yang harus
kulakukan… sampai jumpa seminggu lagi nyonya manis.. pai”
“ne, ikan amis.. pai pai, jaga kesehatanmu ne?”
“yak!! Kau ini.. ne, pasti”
Aku terkekeh geli karena puas meledek nya tadi di
telpon.
Donghae memang sedang sibuk keluar kota untuk
mempromosikan lagunya yang baru 2 minggu ini rilis. Dan aku.. jangan
ditanyakan, aku sibuk mengurusi Kim itu. Pagi ini saja aku harus mengantarkan
makanan untuknya dulu sebelum ke kampus.
“AKHH..!!! AKU BENCI DIA.!!” Teriakku di dalam
mobil.
@Apartement KRY
Aku menekan bel dan mengetuk pintu apartement nya,
tapi kenapa tidak ada balasan dari dalam??. Akhirnya aku mengirimkan pesan
untuk kim.
To: Kim jelek
‘hey kim, kau tuli atau apa eoh?! Aku sudah ada di
depan pintumu, cepat bukakan. Kalau tidak aku akan dobrak pintumu!!’
Tidak lama aku menunggu, ponsel ku berdering
menandakan ada pesan untukku.
From : Kim jelek
‘dobrak saja kalau kuat.. memangnya kau bisa
mendobraknya dengan badan kurus mu itu?? Sudahlah buka saja babo, tidak
dikunci’
“huh dasar, aku kan masih tahu sopan santun.. dan
tadi apa yang dia bilang? Badanku kurus?? MENYEBALKAN SEKALI KAU KIM..!!!!”
kata ku menggerutu saat masuk. Tapi seketika aku berhenti saat mendengar nyanyian
seseorang yang sangat merdu dengan diiringi suara gitar yang tak kalah
merdunya. Aku pun mengikuti sumbersuara itu. Semakin terdengar suara itu sampai
aku berhenti di sebuah balkon yang menyujukan taman yang kecil namun indah.
Aku melihat seorang namja yang tak asing bagiku
yang sedang bernyanyi sambil memainkan gitarnya. Aku penasaran dengan namja
itu, aku pun mendekatinya. Sekarang jarak ku dengan namja itu sangat dekat. Dia
sepertinya menyadari aku di belakangnya. Namja itu pun menghentikan nyanyiannya
dan menoleh ke arahku, dia juga menunjukkan senyuman manisnya padaku.
DEG~~!!
Seketika jantungku berpacu sangat cepat, seperti
mau lepas dari dalam karena melihat senyumannya itu.
Setelaah beberapa menit, aku pun tersadar.
Ternyata namja yang tersenyum ke arah ku adalah Kim.
“hyo sup-ahh, kemarilah” kim menyuruh ku duduk
disampingnya.
Dengan kesadaran yang belum sempurna, aku berjalan
untuk duduk disampignya.
“kau suka?”
“…..” aku hanya diam, tidak dapat berkata dan
hanya menatap wajahnya.
“aishh,, jawablah. Kau menyukai lagu ku tadi?”
ulangnya lagi.
Setelah sedikit tersadar, aku mengangguk. Kim
menatapku, masih tetap dengan senyuman mautnya.
Hening..~~ beberapa lama aku dan kim hanya
berkutat dengan pikiran masing-masing.
“siapa nama aslimu?” aku pun memulai perbincangan
dengannya.
Dia hanya tersenyum, namun setelah beberapa
menit..
“Kim yesung”
“mwo? Apa yang kau katakana tadi?” jawabku meminta
pengulangan darinya.
“Tskk.. Kim yesung, namaku adalah kim yesung”
Setelah itu ia memetik gitarnya kembali untuk
melanjutkan lagu yang tadi sempat terputus olehku.
Aku memperhatikannya yang sedang bernyanyi.
‘Kim yesung, kau tampan juga kalau dilihat-lihat.
Baru kali ini aku menyadarinya, biasanya dia memasang wajah jutek,marah,
bencinya padaku’ kata ku dalam hati sambil memikirkan kim.
Namun tiba-tiiba dia menghentikan nyanyiannya.
“oiya, mulai sekarang panggil aku yesung.. arra?”
“ne, arraseo” kata ku smbil menunjukkan senyum ku.
Yesung pun melanjutkan nyanyiannya lagi, namun
saat aku menikmati nyanyiannya..
“Hyung, nan eodiga? Ppalliwa?” suara ryeowook
mengganggu ku yang sedang manatap pemandangan yang indah –yesung-.
Seketika yesung menghentikan lagunya dan menaruh
gitarnya disampingku, ‘dia pergi tanpa menoleh ke arah ku.. dia kembali seperti
yang biasa’ pikirku.
Setelah dia menjauh, kyuhyun datang menghampiriku
“hai eonni, kenapa kau disini?” kata kyuhyun
dengan wajah innocent nya.
“eoh kyuhyun,, eonni hanya ingin melihat
pemandangan disini saja”
“ahh.. arraseo.”
Aku dan kyuhyun pun diam saling menikmati pemandangan
taman di hadapan kami.
“hmm.. kyu,, apakah eonni boleh bertanya padamu?”
“eoh, boleh.. silahkan eonni, tidak bayar kok,,
kekeke”
Aku pun tersenyum dengan leluconnya, kyuhyun
memang anak yang ceria.. seharusnya aku memanggilnya oppa karena umurku lebih
muda darinya, namun saat aku memanggilnya dia malah marah padaku. Sehabis
kejadian itu biarkanlah dia memanggilku eonni, lagi pula bukan hanya aku saja
yang di panggil eonni olehnya. Banyak mahasiswi yang mengenalnya di panggil
eonni olehnya. #baiklah, kembali ke cerita
“hmm.. kau kan dongsaengnya yesung, eonni ingin
tahu kenapa yesung hyungmu itu tadi saat bernyanyi sifatnya padaku berubah
derastis?”
“ahh.. soal itu. Hyung memang seperti itu, ‘aneh’
entahlah aku juga tidak tahu pasti karena apa, namun hyung selalu ramah dan tenang
saat dia memainkan gitarnya. Mungkin itu penyebabnya banyak yeoja yang
menyukainya kalau dia sedang memainkan gitarnya” jelas kyuhyun panjang lebar.
“hmm.. apakah segitu berharganya gitar itu
baginya?”
“itu sangat berharga eon, gitar itu pemberian
eomma hyung. Aku mengenalnya, eomma hyung sangatlah baik hati dan penyayang.
Saat dulu sifat hyung juga seperti eomma nya.. namun saat eomma hyung meninggal
karena appa hyung yang berselingkuh lalu eomma hyung bunuh diri, semenjak
kejadian itu hyung menjadi angkuh terhadap semua wanita di dekatnya. Nih aku
kasih tahu rahasia hyung, tapi eonni janji tidak akan mengatakannyakepada orang
lain ne. hanya kita berdua. Yaksokk?!” jelas kyuhyun panjang lebar –lagi- =,=”
“eohh,, ne yaksokke”
“sebenarnya hyung dari dulu belum pernah mencintai
seorang yeoja, dia selalu menutup hatinya atau membantah hatinya apa bila ia
menyukai seorang yeoja.. maka dari itu aku sangat suka apabila eonni mendekati
hyung. Mungkin dengan cara itu hyung bisa membua hatinya” kata kyu sambil
menunjukkan wajahnya yang terlihat sedih.
“ohh.. baiklah, demi kyuhyun aku akan mendekati
yesung hyungmu itu” kata ku untuk menghibur kyuhyun yang sedang sedih itu.
“jinjayo eonni?” kata kyuhyun dengan wajah yang
kembail berseri.
“ne, jinjayo” kata ku mengangguk lalu tersenyum
padanya. J
‘ jadi seperti itu, aku jadi semakin mengenalnya.
Tapi ada apa dengan perasaa ku saat aku mendengar suara nya ya??? Jantung ku
tidak bisa terkontrol. Apa aku….?? Akh ani ani, aku tidak mungkin menyukai
namja yang dingin seperti itu’ kata ku dalam hati sambil terus memikirkannya.
“eonni!! Ayo kita makan, eonni pasti lapar” kata
kyuhyun tiba-tiba yang mengagetkanku (?) dan menarik lengan ku kearah dalam
meja makan.
“eonni, kau duduk di sebelah ku ne, aku akan
mengambilkan piring untukmu”
Aku pun hanya menurut apa kata kyuhyun, memang
benar sata ini aku sangat lapar… aku belum sempat sarapan tadi saat ingin ke
sini.
Saat aku sudah duduk, ryeowook menatap tajam
kearah ku.
“yak! Wookie jangan seperti itu, kau ingin
membunuhnya dengan tatapan mu itu eoh?!” yesung menyikut tangan ryeowook dan
berbisik pada ryeowook. Namun entahlah, mungkin yesung yang bodoh.. suaranya
masih terdengar oleh ku. Tapi aku bersyukur, mungkin kalau yesung tidak
menyadarkannya aku sudah mati disini.. *lebay xP
“nahh.. ini hyung piring mu, segeralah makan dan
pergi ke kampus.. ayo jhyung makan!” ajak kyu yang mencairkan suasanya dingin
tadi.
Aku pun makan, tetapi aku selalu tertunduk. Aku
masih takut untuk menatap ke depan –ke arah ryewook tepatnya- takut dia
menatapku lagi.
“hmm~~ mashita, eon membeli ini dimana?” kyuhyun
terlihat sangat menikmati masakanku yang dia bilang makanan beli.
“anni, aku tidak membeli nya. Tapi aku yang
memasaknya.. gomawo kyunni” kata ku tersenyum sambil menatap wajah nya yang ada
di samping ku.
“mwo? Eonni yang memasak ini? Ini sanga lezat eon…
lebih baik eonni, masak selalu dan tidak usah membeli makanan untuk kami.. aku
lebih suka masakan eonni..” kata kyuhyun melahap makanan nya lagi.
“ne”
jawabku singkat dan melanjutkan makan ku lagi.
Selesai makan, aku dan ke tiga namja ini pergi ke
kampus.
“yesung hyung! Aku ingin ke kampus bersama eonni.
Hyung pergi saja bedua dengan ryeowook hyung ne?” kata kyu saat kami menuju
basement.
“andwe!” jawab yesung hyung spontan (?) yang
membuat kami –kyu,aku, dan ryeowook- sedikit terkejut dan bingung.
“mwo?! Kenapa tidak hyung?” Tanya ryeowook, tapi
yesung tidak menjawab. Mungkin dia juga bingung. #nah lohh sama-sama bingung.
Author juga bingung *lohh
“hmm.. ba-bagaimana kalau kalian semua naik mobil
ku saja?” kata ku sedikit ragu dengan pendapat ku.
“baiklah, jja” jawab yesung yang setuju dengan
pendapatku. Semua bingung dengan sikap nya pagi ini, termasuk diriku.
-yesung pov-
Akhirnya dengan jawaban bodoh ku tadi, aku pergi
ke kampus menaiki mobil hyo sup. Aku sangat menyesal dengan jawaban mendadak ku
tadi. Aku juga tidak tahu mengapa aku bisa berbicara seperti itu.
‘Aisshh.. ada apa dengan ku pagi ini? Kenapa aku
jadi aneh seperti ini. Tapi.. kenapa tadi saat di meja makan dan tadi di
basement saat kyuhyun berdekatan terus dengan hyo sup perasaan ku sangat tidak
suka ya?? Aishh.. ani ani, aku sudah berjanji pada diriku sendiri untuk tidak
menyukai yeoja. mungkin kalian aneh melihat ku tidak ingin menyukai yeoja.
Kalian juga jangan berfikir kalau aku gay. Aku itu masih normal, ada sesuatu
yang membuat ku seperti ini. Aku tidak ingin seperti appa ku. Aku tidak ingin
melukai yeoja seperti appa ku…..”
Kenapa semenjak hyo sup mejadi budakku aku mengira
kalau dia adalah milikku ya?? Atau aku….
##
@Mouse & Rabbit Caffee
Seminggu ini entahlah, aku terus ingin bersama
dengan hyo sup. Persetan dengan sifat angkuh ku itu.
“Hey hyung.. ku perhatikan daritadi kau melamun
terus. Wae hyung??”
Wookie membuyarkan lamunanku.
“Ehh.. aniya, aku hanya memikirkan sesuatu”
“arra.. ohh iya hyung, ku lihat akhir-akhir ini
kau selalu bersama hyo sup. Kemana sikap dingin mu pada yeoja hyung?” seketika
aku berhenti dari kegiatanku. Aku melihat ke arah ryeowook, apa aku harus memberi
tahunya?
“ahh.. hmm.. a- aku, hmm… seperti nya aku mulai
menyukainya” jawabku ragu-ragu.
“mwo?! Kau menyukai siapa hyung? Jangan bilang
kalau kau menyukai hyo sup?” bingo! Ryeowook kau benar..
“Kau benar wookie, aku menyukai hyo sup.. aku juga
tidak tahu, rasa nyaman saat berada di dekatnya muncul begitu saja. Bagaimana
menurutmu?”
“Kalau kau yakin menyukai nya dan tidak akan
menyakiti nya, kenapa tidak. Menurut ku dia juga baik dan lucu. Tapi hyung, kau
sudah melupakan janji mu? Dan kau yakin dia menyukai mu juga?”
“mungkin saat ini aku akan mengingkari janjiku
wookie.. aku akan berusaha membuat dia menyukai ku. Dia cinta pertama ku dan
terakhir ku. Aku tidak mau, di tolak oleh nya”
“Aigoo~~~ kau optimis sekali hyung. Sebesar itukah
kau menyukainya?”
“hmm.. dia telah merubah ku wookie” kata ku sambil
menyeruput (?) ekspresso ku.
“Yak..!! hyung ku sudah jatuh cinta rupanya.
Kekeke” xP
kami pun tertawa dan melanjutkan tugas kampus
kami.
‘Lee Hyo Sup, aku akan mendapatkan hatimu’
-Yesung pov end-
###
Nb: Coba Dengerin lagu SJ-H _ You and I
Malam ini donghae kembali ke Seoul dan sekarang
aku menyuruhnya untuk ke apartement ku dulu sebelum ke apartementnya.
“Annyeinghaseyo nona Lee… apakah kau ada di rumah?
Pangeran ikan datang ke apartementmu… apakah kau tidak merindukanku?” suara
teriakan donghae terdengar oleh ku yang berada di dapur. Aku sedang membuat
susu strawberry, kesukaanku ;). Dengan cepat aku menghampirinya dan memeluknya.
“Aaaaaaaa Lee Donghae, neomu neomu bogoshipo
pangeran ikan.~~~” jawab ku yang sedikit diangkat olehnya. *Bayangin di
pilem-pilem india gitu.. #ciee xP *abaikan.
“Bogoshipoyo putri sayur” jawab donghae singkat
sambil terkekeh.
Aku pun melepaskan pelukanku.
“Eoh?! Kenapa putrid sayur? Memangnya mukaku mirip
sayur?” kata ku sedikit mempoutkan bibirku.
“Ne,, namamu kan Hyo Sup. Dan kau tahu ada sayur
‘Sup’? maka dari itu aku memanggil mu putri sayur… hahahaha lucu tidak?” kata
donghae lalu menertawakanku dengan kencang.
“ahh.. ahh.. lihat lah mukamu… seperti sayur sup
hahahaha” kata donghae menertawakanku lagi. Aku semakin mempoutkan bibirku dan
menatap tajam ke arahnya.
“YAK..!! LEE DONGHAE..!! IKAN MOKPO YANG BURUK BERHENTI
MENERTAWAKANKU!! ATAU AKU AKAN BERMUSUHAN DENGANMU.!” Kata ku yang sedikit
mengancamnya. Seketika donghae menghentikan tawanya, lalu ia menghampiri ku dan
memelukku.
“Aku kan hanya bercanda cantik” kata donghae
sambil mengelus rambut ku.
Masih ku dengar kekehannya. Dia masih tertawa, ku
cubit saja perutnya.
“Aww.. appo” katanya meringis dan memegang
perutnya yang ku cubit tadi.
“hahahaha,,, rasakan itu ikan amis.. wleee” kata
ku lalu berlari supaa tidsk dibalas olehnya lagi.
“Hey sayur..~~ awas kalau kau tertangkap oleh ku”
Aku dan donghae pun bermain kejar-kejaran. Setelah
lelah aku dan donghae duduk di sofa, aku bercerita tentang yesung kepadanya
sambil memakan mie ramen yang sempat ku buat tadi.
“donghae-ahh, aku ingin jujur padamu” kataku
memulai lagi pembincaraan kami.
“ silahkan”
“donghae-ahh”
“ne”
“donghae-ahh.. aku..”
“Aishh.. cepatlah kau bicara, kau buat ku
penasaran saja”
“Donghae-ahh.. aku.. menyukainya”
“Mwo?! Menyukai siapa?”
“aku menyukai….. Kim yesung” kataku lega karena
sudah mengatakan pada donghae –sahabatku-.
“Yasudah” jawabnya singkat dan dengan wajah yang
datar.
“Yak! Kenapa hanya itu jawabanmu?”
“Aku harus bicara apa memangnya? Kalau kau
menyukainya ya sudah kau harus mengatakan padanya”
“nahh itu masalahnya. Aku kan yeoja, tidak mungkin
aku mengatakan duluan padanya. Dan aku juga tidak tahu perasaannya padaku”
“kalau kau tidak bisa, yasudah tidak usah”
“Mwo?! Kau ini, dari tadi membuatku emosi!!”
“ahh.. mian, mianhae. Sekarang kau katakana saja
padaku kenapa kau menyukainya? Pasti ada sebabnya kan?”
“Hmm.. sebenarna aku juga kurang yakin. Tapi saat
aku mendengar ia bernyanyi dan bermain gitar aku merasakan perasaan lain yang
ada di hatiku. Wajahnya dan senyumnya selalu ada di benakku.”
Aku terus memberi tahu donghae semua tentang
yesung dan dia mendengarkan ku sambil asik memakan ramen. Setelah panjang lebar
aku menjelaskan, donghae pun bicara.
“arraseo, aku mengerti. Tinggal berapa minggu lagi
kau menjadi budaknya?”
“seminggu lagi” jawabku sambil memakan ramen yang
sudah aku tinggalkan semenjak berceloteh ria tadi (?).
“ne, seminggu itu kau pergunakan untuk mencari
tahu dan meyakinkan perasaanmu. Karena aku seorang namja, sama sepertinya kan?”
Aku menatap sinis ke arahnya.
“Lee Donghae, aku serius. Pastilah dia seorang
namja”
“Hahaha.. maka dari itu aku menanyakan itu padamu.
Siapa tahu kalau dia bukan seorang namja” donghae tertawa terbahak-bahak(?)
meledekku.
“Kau ini! Lanjutkan!” kataku tanpa
memperdulikannya yang tertawa.
“haha.. haha.. baiklah.. karena aku dan dia
seorang namja. Dan aku pasti tahu perasaan dan gerak-geriknya. Kau ceritakan
semua padaku, arraseo?”
“ceritakan apa?”
“Aisshh.. kau ini babo sekali ckckck” kata donghae
sambil menggelengkan kepalanya.
“kau ceritakan kelakuannya padamu” lanjutnya. Dan
aku hanya ber ‘oh’ ria.
“ne, arraseo.. tapi tunggu, memangnya kau pernah
jatuh cinta?” kataku meledeknya.
“Ya! Kau anggap siapa aku? Aku ini namja tampan,
popular, romantic, multitelenta dan digilai banyak yeoja.. aku juga pintar”
“yaya.. kau mulai lagi” kataku menggelengkan
kepala.
##
Hari ini aku melakukan semua sesuai dengan rencana
donghae. Setiap malam donghae datang ke apartement ku untuk mengetahui apa yang
terjadi denganku dan yesung.
Setiap ada waktu juga yesung selalu menelpon ku.
Dia menanyakan yang aneh-aneh padaku, yang membuatku bingung dibuatnya. Tapi
mungkin itu tanda perhatiannya padaku.
Malam ini aku ada janji makan malam dengannya dan
sebentar lagi dia akan menjemputku. Aku menunggunya di ruang tamu. Namun
perasaan ku sedikit tidak nyaman, seharusnya saat ini dia sudah sampai. Ku coba
menelponnya, namun tidak di angkat. Aku mencoba menelpon ryeowook, kata ryeowook
dia sudah berangkat satu jam yang lalu.
Tiba-tiba saat aku sedang gelisah menunggunya
ponselku berdering, aku berharap itu dari yesung, namun dugaan ku salah. Itu
dari ryeowook.
“yeobseyo hyo sup-ahh, cepat ke rumah sakit.
Yesung hyung mengalami kecelakaan” dengan suara parau ryeowook menelponku. Dan
tanpa basa-basi lagi aku langsung pergi ke rumah sakit yang tadi disebutkan
oleh ryeowook.
##
@Seoul hospital
Aku berlari menuju ruang UGD. Aku melihat ryeowook
yang sedang mondar-mandir (?) di depan pintu ruangan itu. Sedangkan kyuhyun, ia
duduk dengan tenang namun sangat terlihat sekali kalau dia juga khawatir
seperti ryeowook. Aku pun menghampiri mereka.
“apa yang terjadi?” Tanya ku pada ryeowook,
seketika dia menghentikan langkahnya dan menoleh ke arahku dan memelukku
“aku belum tahu pasti, uissa belum keluar. Yang
aku tahu pasti hyung mengalami kecelakaan saat menjemputmu. Aku sangat takut
hyo-ahh”
Aku merasakan bahuku basah, ryeowook menangis di
pelukanku. Aku pun juga begitu.
Kami ber tiga menunggu cukup lama. Namun
sebelumnya uisa sudah keluar, dan ia berkata kalau tangan yesung harus segera
di operasi.
“siapa keluarganya?”Tanya uisa saat dia keluar
dari ruangan.
“kami” seru kami serempak.
“arraseo. Pasien sudah melewati masa keritis.
Lengannya yang telah kami operasi pun terlihat baik-baik saja.”
“apakah kami bisa masuk?” Tanya ku pada uisa.
“silahkan, namun jangan membuat keributan. Pasien
masih belum siuman”
Uisa pun pergi meninggalkan kami. Aku, ryeowook
dan kyuhyun pun masuk ke dalam ruangan yesung.
Saat aku masuk, aku melihat kepala dan pergelangan
tangan yesung dibalu dengan perban. Ia terbaring dengan wajah yang tenang. Aku
mendekatinya dan mengenggam tangan kirinya yang tidak di perban namun
tersambung dengan selang infuse. Aku tidak bisa lagi menahan air mata ku, saat
itu juga aku manangis. Kyuhyun yang melihat ku menangis ia mendekatiku lalu
mengelus lembut rambutku untuk menenagkanku.
“tenanglah eonni, hyung sudah baik-baik saja”
“bagaimana bisa tenang, kalau penyebab kecelakaan
ini adalah aku eoh?!” kata ku sedikit emosi. Namun kyuhyun tidak mempedulikan
kata-kata ku, dia terus mengelus dan menenangkanku. Kyuhyun memang yang paling
tenang antara aku dan ryeowook.
“aku tidak kuat, aku keluar” pamit ryeowook padaku
dan kyuhyun.
“aku ikut hyung” jawab kyuhyun. Mereka berdua pun
keluar dari ruangan.
Kini tinggal aku yang ada di ruang ini, duduk
menangis di samping yesung. Aku terus menggenggam tangannya, sesekali aku
mencium punggung tangannya.
Semalaman
aku terus di sampingnya ampai aku tertidur tetap pada posisiku.
@morning
Aku merasakan tangan yang mengelus rambutku,lembut
dan membuatku sangat nyaman. Aku terbangun dan mendongakkan kepalaku, ku lihat
yesung tersenyum padaku. Senyuman yang hangat di pagi hari.
“Yesung! Kau sudah sadar? Aku sangat
menghawatirkanmu. aku bersalah, karena kau menjemputku kau jad seperti ini.
Mianhae” kataku sambil menundukkan kepalaku.
“nan gwenchana, tenanglah dan ini bukan salahmu.
Aku saja yang tidak focus saat menyetir.”
“tapi pergelangan tanganmu? Kau tidak bisa bermain
girtar lagi”
“ani, dengan terapi yang rutin aku masih bisa
bermain gitar. Kau tenang saja, aku pasti bisa”
“ahh.. jeongmal mianhae yesung”
“gwenchana hyo sup-ahh harus berapa kali aku
katakana padamu eoh? Hyo sup-ahh kau masih menjadi budakku kan?”
“ne, waeyo?”
“aku minta kepadamu untuk menjenguk dan menjaga ku
saat aku masih di rumah sakit. Arraseo?”
“ne, arrseo.. tapi sisa hari ku menjadi budakku
tinggal 5 hari lagi”
“yaa.. selama itu kau harus manjegaku”
“hmm..” aku mengangguk setuju.
##
Sejak kecelakaan itu sisa hari ku menjadi budak yesung ku lalui di rumah sakit
untuk menjaganya, menyuapinya makan, kadang mengajaknya ke taman rumah sakit
atau bermain.
@Taman Rumah sakit
“hai eonni, kenapa kau ada disini?” kyuhun
menghampiriku dan duduk di sampingku.
“hai kyu, aku sedang mencari udara segar saja.
Lagi pula ada ryeowook yang menemani yesung. Kau kenapa ada disini?”
“aku juga sama dengan eonni” jawab kyuhyun yang
menampilkan senyumannya padaku dan aku membalas senyumannya. Sejenak suasana
menjadi hening, aku dan kyuhyun berkutat dengan pikiran masing-masing.
“eonni, kau mau mendengarkan lagu bersamaku?”
“hmm.. boleh”
“tunggu sebentar” kyuhyun mengambil earphone dan
ipod miliknya dari tas yang ia bawa tadi, lalu ia mengulurkan earphone sebelahkananya
padaku. Aku pun menerimanya dan memasangkannya di telingaku.
(Play Super junior – thank you)
Aku memejamkan mataku menghayati setiap bait di
lagu yang ku dengarkan. Lagu ini membuatku tenang. Namun tiba-tiba aku terkejut
dan membuka mataku saat merasakan sesuatu di pipiku. ‘kyuhyun menciumku?’
batinku. Aku menoleh ke arah kyuhyun.
“aku menyukaimu eonni” kata kyuhun menunjukkan
senyuman manisnya.
“MWO?!” jawabku terkejut mendengar perkataan
kyuhyun.
“ne, aku menyukaimu karena kau telah menjaga hyung
tersayangku. Kamsahamnida eonni” jawab kyuhyun dengan wajah polosnya.
‘hufftt.. untungah, aku kira dia benar-benar
menyukai ku’ batinku meras lega.
“Yak! Kau ini membuatku terkejut saja. Aku kira
kau benar-benar menyukaiku. Ne, cheonmaneyo kyuhyunnie” aku tersenyum padanya.
“ eonni terlalu percaya diri sekali, lagi pula aku
tidak akan menyukai wanita yang sudah tua” kata kyuhyun menunjukkan wajah evil
nya.
“Yak! Kau ini, aku kan lebih muda darimu. Kau saja
yang memanggilku dengan sebutan eonni. Aku akan membuat mu meminta maaf padaku”
Aku pun memulai mengelitik (?) pinggang kyuhyun
yang membuatnya tidak bisa berhenti tertawa. ‘rasakan kau kyuhyun’ kataku evil.
“eonni hentikan” kata kyuhyun, dia juga tidak mau
kalah dia membalas mengelitiki ku. Aku dan kyuhyun pun saling tertawa.
-yesung pov-
@ruang inap
“aku bosan disini wookie, aku ingin ketaman”
Kataku yang beranjak dari tempat tidur.
“akan aku temani hyung”
“aniya, kau disini saja. Aku ingin sendiri”
Ku lihat wookie berfikir sejenak.
“hmm.. arraseo, hati-hati hyung”
“ne” aku keluar dari ruang inap ku. Aku jalan
perlahan menyusuri lorong rumah sakit yang tampak tidak begitu ramai untuk
menuju ke taman.
Aku mengambil nafas panjang lalu
menghembuskannya.’ini sangat segar’ batinku. Aku menyusuri jalan setapak yang
dipenuhi bunga-bunga yang indah. Namun saat itu langkahku terhenti, aku sangat
terkejut. Aku tidak menyangka kyuhyun melakukan itu di belakangku.
Kyuhyun mencium hyo sup dan mereka terlihat sangat
mesra dengan tertawa bersama yang jarang dilakukan ku dengan hyo sup. Aku tahu
aku bukan siapa-siapa nya hyo sup, namun aku sangat menyukainya. Sungguh ini
sangat menyakitkan, melihat dongsaeng kesayanganku mencium yeoja yang kucintai.
Dadaku sesak melihatnya.
Aku tidak kuat lagi menahan emosi ku, ku kepal
erat tanganku. Aku berlari untuk cepat sampai di ruang inapku. Namun saat tiba
di depan pintu ruangan ku, aku memejamkan mataku.
“kau harus tenang dan bersikap bahwa tidak ada
yang terjadi di depan wookie, jangan buat dia khawatir” gumamku sebelum membuka
pintu. Setelah aku yakinkan diriku, aku pun membuka knop pintu secara perlahan.
“hyung, kau sudah kembali? Kenapa cepat sekali?
Apa terjadi sesuat?” pertanyaan wookie yang bertubi membuatku sedikit bingung
untuk menjawab apa padanya.
“hyung, gwenchana?” tanyanya lagi padaku yang
hanya diam.
“ahh.. gwenchana” jawabku lalu jalan menuju
ranjangku untuk mengistirahatkan tubuh dan otakku. Namun hatiku masih sama….
Sakit.
-yesung pov end-
@taman
Aku dan kyuhyun masih terus bercanda gurau (?) di
taman.
“ahh eonni, hentikan.. aku sudah tidak kuat”
kyuhyun berhenti mengelitiku dia terlihat lemas. Aku pun menghentikan juga.
“ahh.. eonni” lirih nya yang membuatku sedikit
terkekeh. Kyuhyun melihat arloji yang bertenger di lengannya.
“eoh, sudah sore lebih baik kita masuk eonni” ajak
kyuhyun padaku.
“eoh, kajja” jawabku dan kyuhyun menggandeng
tanganku.
Aku pun berjalan menyusuri lorong rumah sakit
dengan kyuhyun yang tetap menggandeng tanganku. Sesampainya di ruang inap
yesung, kyuhyun membuka pintu terlebih dahulu. Aku hanya mengekorinya di
belakang.
“hai hyung” sapa kyuhyun pada yesung dan wookie
yang sedang asik menonton acara televisi. Tapi yesung hanya diam memandang
kosong ke arah televise tanpa menyahuti sapaan kyuhyun. Hanya wookie yang membalas.
“yesung, waktunya minum obat. Aku ambilkan ne?”
kataku yang mengingat waktu untuk yesung minum obat.
“andwe! Wookie ambilkan untukku” jawab yesung
tanpa menoleh ke arah ku.
“ne hyung” wookie bangkit dari tempat duduknya dan
mengambil minum serta obat yang berada di meja. Dan aku hanya diam bingung
kenapa skao yesung berubah padaku. Selesai minum obat yesung bicara pada ku.
“hey kau!”
“ne, waeyo?” tanyaku dengan wajah yang masih
bingung.
“lebih baik kau pergi, aku tidak membutuhkanmu
dank au tidak usah menjadi budakku lagi. Ini yang terakhir dan aku tidak ingin
melihatmu lagi. Aku sangat membencimu dan sekarang cepatlah kau enyah dari
hadapanku. Kyuhyun! Kau juga pergi dari hadapanku, aku ingin istirahat. Aku
ingin sendiri disini”
Aku terkejut dan sesak di bagian dadaku dengan
ucapannya tadi, ia pun membaringkan tubuhnya lalu menutupi tubuhnya dengan
selimut dan membelakangiku.
“baiklah hyung, aku tidak tahu masalahmu. Nanti
kita jelaskan saat kau sudah tidak seperti ini” jawab kyuhyun engan tenang lalu
menarikku untuk keluar dari ruang inap yesung dan ryeowook mengikuti kami dari
belakang.
Aku tidak bisa menahan tangisan ku lagi, dadaku
saat ini sangat sesak. Akhirnya air mataku jatuh, aku berhenti melangkah.
Kyuhyun menengok ku yang berada di belakangnya.
“menangislah eonni” kata kyuhyun lalu merengkuh
tubuhku untuk memeluknya. Aku menangis keras di dada bidangnya.
“apa salahku kyu.. hisk.. a.. aku bingung kyu
hisk..” kataku yang masih dengan isakan.
“tenanglah hyo-ahh.. mungkin suasana hati yesung
hyung sedang tidak baik. Tenanglah” wookie ikut mengelus lembut rambutku untuk
menenangkanku. Namun bukannya aku menghentikan tangisanku tapi aku malah
semakin keras menangis di pelukan kyuhyun.
“kyu, lebih baik kau bawa hyo sup pulang. Dia
perlu istirahat” kata wookie memerintah kyuhun.
“ne hyung” jawab kyuhyun.
“eonni, ayo kita pulang” ajak kyuhyun padaku, ia
melepaskan pelukannya padaku lalu merangkul bahuku. Aku menunduk dan mengikuti
kyuhyun yang membawa ku.
-kyuhyun pov-
@ car
Aku melajukan mobil eonni dengan kecapatan yang
sedikit lambat. Aku dan eonni saling diam, ku lihat eonni masih terisak di
sampingku. Aku tidak tega melihatnya seperti ini. Aku pun mengambil ponsel ku
di dask mobil dan mengirimkan pesan singkat padanya.
To: donghae
Donghae hyung, ke apartement eonni sekarang. Ia
sangat membutuhkanmu.
Karena mengingat aku sedang menyetir ku taruh lagi
ponsel ku di dask mobil. Tidak ada balasan dari donghae hyung.
Sesampainya di apatement eonni aku melihat donghae
hyung yang berdiri di depan pintu apartement. Dia melihat mobil eonni lalu
menghampiri kami. Eonni keluar tanpa sepatah kata pun, ia seperti mayat hidup.
“aigo~~ ada apa denganmu hyo?” Tanya donghae hyung
tekejut dengan keadaan eonni. Eonni hanya diam lalu menghambur ke arah donghae
hyung dan memeluknya. Donghae hyung menatapku dengan tatapan bingungnya, aku
hanya menatapnya kembali dengan isyarat untuk membawanya masuk ke dalam.
“aku akan kirim pesan” kataku tanpa suara hanya
menggerakkan bibirku kea rah donghae hyung. Ia hanya mengangguk lalu membawa
eonni ke dalam.
-kyuhyun pov end-
-donghae pov-
@apatement lee hyo sup
“kau duduk lah disini, aku ambilkan minuman
untukmu setelah itu kau jelaskan padaku” kataku yang mendudukkan hyo sup di
sofa tempat kami sering duduk. Ia hanya diam dan menuruti apa kataku.
Aku pun berjalan ke arah dapur lalu mengambilkannya
air putih.
“ige, minumlah dulu” kata ku menyerahkan segelas
air untuknya. Hyo sup mengambil gelas yang aku berikan padanya lalu meneguk nya
sedikit. Aku pun duduk di sebelahnya.
“nah, sekarang kau ceritakan padaku” kataku dan
menghadapkan tubuhnya kearahku.
“ye.. yesung donghae-ah” kata hyo sup memulai
bercerita, namun air matanya seketika jatuh saat memulai bicara. Aku
menangkupkan kedua tanganku ke pipinya dan menghapus air matanya.
“tenangkan dirimu, lalu cerita padaku” kataku
menenangkannya. Ku lihat ia memejamkan matanya lalu menghirup nafas panjang.
“dia membenciku dan tidak ingin menemuiku” kata
hyo sup yang langsung ke intinya, tanpa penjelasannya lagi aku langsung
memeluknya dan mengusap lembut punggungnya.
“menangislah, keluarkan semua rasa sakitmu aku
akan disini untuk menemanimu.” Kataku lagi padanya.
Aku masih bingung apa yang terjadi, aku juga ingin
bertanya lebih pada hyo sup. Namun aku tidak tega untuk bertanya padanya, aku
pun menunggu kyuhyun yang akan menjelaskannya padaku.
~~~~
Aku mengerjapkan mataku dan merentangkan tanganku.
Aku merasa kaku di daerah kaki ku, aku pun menunduk dan melihat hyo sup dengan
mata yang bengkaknya tertidur lelap di pangkuanku. Aku pun menyisipkan rambut
di telinganya dan mengelus lembut kepalanya.
“ahh.. lee ho sup, malang sekali kisah cintamu.
Sahabatku ini, sampai kapan aku menjagamu?” kataku lirih.
Karena sedikit terusik ia menggeliat dan
mengerjapkan matanya lalu membalikkan tubuhnya ke arahku.
“donghae-ahh, kau tidur disini?” kata hyo sup
dengan suara khas orang yang bangun tidur.
“ne, kau tidak lihat kakiku yang ditibani olehmu?
Cepatlah kau bangun nona lalu cuci mukamu” kataku yang sengaja meledeknya.
“ahh.. kau ini” jawabnya bangun dari tidurnya dan
berjalan menuju kamar mandi. Aku hanya terkekeh melihatnya. Dia sangat lucu
kalau habis bangun tidur. kekeke..
“Kya..!!!! donghae-ahh” teriaknya dari kamar mandi
yang membuatku terkejut. Aku pun berlari ke kamar mandi.
“ada apa eoh?” tanyaku padanya yang bercermin.
“mataku hae, kenapa seperti ini.. sangat
mengerikan” kata nya dengan wajah polosnya.
“ahh kau ini aku kira ada apa.. kau bertanya
padaku? Bukannya kau yang membuat matamu seperti itu eoh? Sudahlah tak apa,
lagi pula kau tetap jelek putri panda” kataku yang meledeknya. Dia menatap
tajam ke arah ku dan mempoutkan bibirnya.
“tuhkan kau memang panda” ejekku lagi lalu segera
pergi sebelum ia memakan ku hihihihi..
“Yak! LEE DONGHAE… AKU MANUSIA BUKAN PANDA!” ia
menjerit padaku. Hahahaha… tak apalah yang penting ia sedikit melupakan
kesedihannya.
-donghae pov end-
### NIGHT
-kyuhyun pov-
@ apartement KRY
Saat ini kami sedang ada di ruang tv. Aku sedang
asik memainkan psp ku tercinta di sofa, namun aku tidak bisa konsentrasi dengan
permainanku. Hubungan ku dengan yesung hyung saat ini sedikit merenggang dan
sampai saat ini juga aku tidak tahu keadaan eonni.
“kyu, sebaiknya kau ceritakan semua kepada kami.
Aku tidak tahan lagi melihatmu dan yesung hyung yang tidak berkomunikasi.”
Wookie hyung membisikkan ku saat dia berada di sampingku. Aku pun menghentikan
permainanku dan menghela nafas panjang.
“ne” jawab ku singkat.
“ yesung hyung, aku ingin bicara padamu” kata ku memulai pembicaraan pada yesung
hyung. Ku lihat ia tidak menanggapiku sama sekali. Aku pun melanjutkan
pembicaraanku.
“baiklah. Aku akan bicara sekarang. Sebenarnya ada
salah paham disini, aku tahu kau cemburu hyung dengan ku. Aku tahu kau ada saat
aku dan eonni di taman rumah sakit dan aku tahu kau melihat itu semua. Aku tahu
aku salah hyung telah menciumnya..”
“MWO?! Kyuhyun kau..?!” kata wookie hyung yang
memutuskan bicaraku.
“ne hyung, aku memang telah menciumnya. Eonni juga
terkejut saat itu, tapi kau tahu apa yang ku katakana padanya setelah
menciumnya?... aku bilang padanya kalau aku menyukainya, aku menyukainya karena
dia telah merawatmu hyung, aku sangat menyayangimu hyung dan kulihat eonni
sangat mencintaimu. Jadi kumohon padamu hyung, eonni tidak bersalah sama
sekali. Kau boleh membenciku, tapi tolong jangan membenci eonni.” Jelasku
panjang lebar pada yesung hyung, namun yesung hyung tetap tidak bergeming.
Hening, tiba-tiba suasana di ruangan ini sangat sepi. Tak ada suara apapun dari
kami, hanya suara televisi yang mengisi ruangan ini.
“aku akan keluar sebentar” kata yesung hyung
mengheilangkan keheningan. yesung hyung pun keluar dari apartement, sebelumnya
ia mengambil gitarnya yang berada di dalam kamarnya.
“apa dia tidak apa-apa?” kata wookie hyung padaku.
“taka pa hyung, aku telah menjelaskan semua padanya.
Biarkan ia memikirkannya” kataku yang telah asik lagi dengan permainan psp ku
#tetep psp =,=
-kyuhyun pov end-
Hari ini adalah hari terakhirku menjadi budak
yesung, namun hari ini ku lalui bersama donghae di apartement ku. Dia
menemaniku makan, nonton dvd drama dan juga menghiburku dengan leluconnya.
Yaa.. itu cukup untuk membuatku melupakan yesung.
“donghae-ahh.. aku bosan. Aku ingin bermain
gayageumku, sudah lama aku tidak memainkannya. Aku ke taman dulu ya” ijin ku ke
donghae yang sedang asik dengan masakannya. Tanpa menunggu jawabannya aku pun
menuju kamar untuk mengambil gayagaeumku.
“aku boleh ikut? Ini sudah malam hyo-ahh” sahut
donghae setelah aku mengambil gayageumku.
“shireo, aku hanya ingin sendiri. Kau disini saja
dan masak yang enak ya, jangan hanya membuat dapurku seperti kapal pecah.”
Kataku sambil menuju pintu.
“hey! Kau meragukan masakanku? Aku ini bisa masak,
kau tahu! Ya sudahlah, kalau itu mau mu. Hati-hati hyo-ahh.”
“ne, tenang saja. Aku keluar ne?” jawab ku lalu
keluar dari apartemenku dengan membawa gayageumku yang sedikit berat.
~~
Aku jalan menyusuri jalan setapak menuju taman
yang tidak terlalu jauh dengan apartementku. Disini tidak terlalu sepi, yaa..
karena ini masih pukul 7 malam. Aku jalan ditemani dengan lampu taman. Aku
terus menyusuri jalan sampai aku menemukan tepat yang sangat pas untuk ku
bermain gayageum.
Aku pun berhenti di sebuah kursi taman. Aku duduk
di kursi itu dan mengeluarkan gayageumku, saat itu juga aku mulai memainkan
lagu favorite ku dengan gayageum.
-yesung pov-
Aku keluar dari apartement untuk mencari udara
segar sambil membawa gitar kesayanganku ini. Aku jalan menyusuri jalan setapak
menuju taman. Saat aku sedang berjalan, aku mendengar dengan samar-samar suara
alat music gayageum. Dengan mendengarnya aku merindukan hyo-sup. ‘ahh.. kenapa aku merindukannya?’ batinku.
Karena rasa penasaranku sangat besar kepada
seorang yang memainkan gayageum itu, aku pun mengikuti suara itu. Sampai
akhirnya aku berhenti saat melihat seorang yeoja duduk di kursi dan
membelakangiku. Aku tersu mendekat ke arahnya.
“permisi noona, permainan gayageummu sangat bagus.
Apakah aku boleh duduk disini?” kataku yang masih di belakangnya. Karena
mendengar suara ku, yeoja itu pun menghentikan permainannya dan menoleh ke arahku.
“silah.. kan” kata yeoja itu yang membuatku
terkejut.
“hyo.. hyo sup-ahh?!” kataku yang terkejut juga.
Aku ingin lari dari sini, namun sebelum aku lari seperti orang bodoh hyo sup
langsung bicara.
“eoh.. silahkan yesung-ahh.. ini jug ataman umum”
dia mengubah ekspresi terkejutnya dengan senyuman manisnya. Aku sangat menyukai
senyumannya itu. Akhirnya dengan berani aku duduk tepat di sampingnya.
HENING!
Kami merasa canggung satu sama lain adan hanya
diam dengan pikiran kami masing-masing.
“hmm.. permainanmu bagus” padaku yang
menghilangkan kecanggungan di antara kami.
“gomawo” jawab hyo sup singkat. Aku menoleh ke
arahnya.
“baiklah, kau mau mendengarkan permainanku?” Tanya
ku padanya, ia pun menoleh ke arah ku. Tatapan kami saling bertemu, ia tersenyum
dan mengangguk.
Aku pun tersenyum dan mengambil gitar yang tadi
aku taruh di sebelahku. Aku memainkan lagu favorit ku.
-yesung pov end-
Dia datang, dia bermain gitar lagi tepat di
sebelah ku. Jujur aku sangat merindukannya. Tapi kenapa dia berubah? Apa dia
sudah tidak melupakan kata-katanya waktu itu? Ahh.. dia sedang memainkan gitar,
maka dari itu ia menjadi lebut.
Aku sangat menikmati permainan gitarnya yang bisa
membiusku. Yaa.. seperti saat itu.
-yesung pov-
Aku menghentikan laguku. Aku menoleh ke hyo sup.
“lee hyo sup” aku memanggilnya.
“ne?” dia menoleh ke arah ku.
“mianhae” kataku padanya.
“mianhae karena aku telah alah paham padamu dan
kyuhyun. Aku tidak bisa menahan emosiku. Jujur saat aku melihat kau dan kyuhyun
hati ku sangat sakit. Kataku menundukkan kepala.
“aku sudah memaafkanmu” jawabnya singkat.
“itu saja?”
Tanya ku padanya dan mendongakkan kepalaku.
“ne, memangnya ada apa lagi?”
Aku menggenggam tangannya dan mendekatkan wajahku
padanya lalu mencium keningnya. Aku berhenti, takut ia memberontak. Namun ia
hanya diam. Aku pun tersenyum dan mendekat kea rah telinganya.
“saranghae” bisikku tepat ditelinganya. Kurasakan
tubuhnya sedikit menegang, namun ia tetap diam. Aku pun melanjutkan mencium
pipi kirinya dan melihat wajahnya yang merona merah. Aku hanya tersenyum,
mengangkat sebelah alisku untuk menunggu jawabannya.
“na.. na.. nado” akhirnya ia menjawab perasaanku.
Aku mengembangkan senyumku. Aku mendekatkan wajahku kembali kapadanya.
CHUP~~
Aku menempelkan bibirku ke bibir mungilnya. Tak
ada pergerakkan, hanya menempelkan.
-yesung pov end-
“na.. na.. nado” kataku yang tersadar dari rasa
terkejutku. Ku lihat yesung menunggu jawabanku, ia tersenyum manis yang
membuatku tak biasa berkata apapun. Dia mendekatkan wajahnya padaku, dengan cepat
aku menutup mataku. Jantungku brdegup sangat kencang saat bibirku dan bibir nya
bertemu. Aku masih diam, tak membalas ciumannya.
Yesung melepaskan genggaman tangannya dan
melingkarkan tangannya di pinggangku tanpa melepaskan ciuman kami. Dia
mendekatkan tubuhku ke tubuhnya yang membuat ciumannya semakin dalam padaku.
Dia mulai menggerakkan bibirnya, aku pun tersadar dan mulai membalas ciumannya.
Melingkarkan lenganku di lehernya dan menekan bibir lembutnya semakin dalam.
Dia melepaskan ciumannya.
“saranghae” dia mengecupku singkat lalu tersenyum.
Aku pun membalas senyumannya “nado oppa” lalu
memeluknya erat.
Aku melepaskan pelukan ku padanya.
“oppa, bagaimana kalau kita memainkan alat music
kita masing-masing dengan lagu favorite kita.. eotteohke?” kataku yang antusias
dengan ide yang tiba-tiba datang padaku (?). yesung terlihat berfikir lalu dia
menyungingkan senyumannya.
Kami pun mengambil alat music kami yang tadi
sempat terlantarkan (?) dan memulai memainkan lagu favorite kami.
‘perbedaan
antara gitar dan gayageum sangatlah jauh. Gitar alat music modern dan gayageum
alat music tradisional. Namun dengan perbedaan tersebut dapat membuat alunan
music yang sangat serasi dan indah di dengar’
-kyuhyun pov-
Aku tetap bersembunyi di
balik pohon ini dan tersenyum melihat hyung dan eonni tersenyum bahagia. Aku
pun berencana untuk kembali ke apartement, namun tiba- tiba aku melihat seorang
namja yang juga sedang mengintip (?) hyung dan eonni. Aku mendekat ke arah
namja itu
“neo! Nuguya?” kataku
menepuk bahunya dan membuatnya terkejut.
“yak! Kau ini.. jangan
berisik nanti dia melihat kita” jawab namja itu dengan menaruh telunjuknya di
bibir.
“donghae hyung?! Kau
sedang mengintip hyung dan eonni juga?”
“ne, kau juga?”
“ne” jawabku sembari
menganggukan kepalaku.
-kyuhyun pov end-
-donghae pov-
“ahh.. aku sudah tenang
kyu, akhirnya putri sayurku menemukan cintanya” kataku pada kyuhyun yang berada
di samping ku.
“ne hyung, hyung ku yang
dingin itu juga menemukan cintanya” jawab kyuhyun.
“hmm..” aku menoleh ke
arah kyuhyun, tiba- tiba sebuah ide menghampiriku.
“kyu, ikut aku ke
apartement hyo sup.” Ajakku pada kyuhyun sambil menarik lengannya.
“yak! Untuk apa hyung?”
Tanya kyuhyun padaku.
“bantu aku memasak makan
malam dan ajak juga ryeowook. Kita makan bersama. Eotteohke? Eoh?”
“Mwo?! Aku tidak bisa
memasak hyung, nanti aku malah akan membunuh kalian semua dengan masakanku.”
“aigo~~ aku tidak mau tahu
kau harus membantuku dan kita makan bersama!” aku terus menarik lengan kyuhyun.
“ANDWE..!!!! Aku bisa
menjadi penjahat kalau seperti ini”
-FIN-
Huwaaaa… akhirnya ni ff
selesai juga…
Eotteohke? Bagusa ga?
Engga kan? Ancur mungkin -,-
Tapi makasih yang udah mau
baca ff pertama ku ini..
Jeongmal gomawo..~~~ *bow
Sampai bertemu di ff
abalku berikutnya.. ^^