Sabtu, 20 Januari 2018

DREAM

Sudah terlalu lama tenggelam. Lupa dengan apa yang menjadi mimpi sebelumnya. Tersadar saat melihat orang lain yang memiliki mimpi yang sama dan dia masih bersemangat pada mimpinya. Mengingatkanku akan aku yang dulu. Kemana perginya diriku ? Dimana mimpi itu ? Setelah melihat kenyataan dan merasa terlalu berat berjalan sendiri, aku menyadari sudah berapa dalam aku tenggelam. Berjalan saat tenggelam itu sangat tidak mungkin maju kan ? Hanya bisa berdiam ditempat itu.
Untuk waktu sendiriku, terima kasih. Saatnya kamu kembali ke dasar, jangan menahan untuk melupakan dan meninggalkan karena kamu akan menemukan yang lebih baru dan menarik lagi di dasar sana.

Dan jika kamu terlalu berat untuk kembali ke dasar, ubahlah caramu untuk mencari mimpi walaupun dengan keadaan yang tenggelam.

- love yourself-
by me 

Selasa, 16 September 2014

ONESHOOT_ [YERA COUPLE] "DREAM BOY"






Title     : DREAM BOY

Author   : Nafisa
Genre    : Romance, Comedy, Dll
Rate     : PG-16
Cast     : Kim Yesung, Lee Yura and others cast
-happy reading-
Author pov
Sinar matahari mulai menyinari seluruh bagian dunia, membangunkan semua makhluk yang sedang nyamannya beristirahat dari kegiatannya kemarin. Dan di mulai lah aktifitas mereka. Kecuali seorang gadis berparas cantik yang masih lelap dalam tidurnya tanpa menghiraukan cahaya yang mulai masuk lewat celah jendela kamarnya dan juga suara alarm yang berasal dari jam weker yang cukup memekakan telinga. Gadis itu tetap nyaman terlelap dengan di balut selimut. Sampai tiba-tiba suara seorang wanita membangunkannya.
“Yakk..!! Ra-yaa ppali ireona.. ini sudah siang” teriak seorang wanita paruh baya sambil mengguncangkan tubuh gadis yang masih terlelap tersebut.
“arghhh.. eomma, aku masih mengantuk” jawab gadis itu masih dengan mata tertutupnya.
“apa kau tidak kuliah eoh?”
“ini hari minggu eomma, aku tidak aja jam kuliah”
“Kalau begitu apakah kau ada janji bertemu dengan seseorang?” Tanya kembali wanita paruh baya itu pada gadis yang tertidur.
“janji.. janji apa yang eomma maksud?”
Gadis yang masih tertidur itu diam sejenak untuk berfikir. Dan seketika gadis itu terbangun dari tidurnya dengan wajah terkejut. Yang membuat wanita paruh baya yang ada di depannya ikut terkejut juga.
“Omona omona..!! eomma…. Eotteohke? Aku ada janji dengan Yesung oppa, dan sekarang sudah jam..”
“9 pagi” jawab wanita paruh baya itu yang ternyata eomma dari gadis tersebut.
“nde?! Eotteohke eomma… setengah jam lagi Yesung akan menjemputku… kyaaaa eomma tolong anak mu ini…” kata gadis itu dengan wajah cemasnya.
“sudah sudah, sekarang kau cepat mandi. Eomma akan menyiapkan baju untukmu. Setelah kau mandi turunlah untuk sarapan. Arraseo?” kata eomma Yura yang menenangkan anaknya.
Gadis yang diketahui bernama Lee Yura itu hanya mengangguk setuju akan ide dari eommanya, Ia pun langsung berlari ke kamar mandi. Sedangkan eomma nya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya dan jalan menuju lemari pakaian Yura untuk menyiapkan pakaiannya.
##
@car
Yura pov
“oppa.. hari ini kita mau kemana?” Tanya ku pada Yesung yang sibuk menyetir mobilnya kearah tujuan yang tidak kuketahui.
“sudahlah nanti juga kau tahu. hari ini kita habiskan waktu berdua. Kau ikuti aku saja, jangan banyak bertanya atau berkomentar. Arraseo?” jawab Yesung dengan menatap ke arah ku sebentar lalu berkonsentrasi kembali pada jalanan di depan.
“arra..” kata ku malas dan memalingkan wajah kearah jendela mobil.
Cukup lama perjalanan ku dengan Yesung, selama di perjalanan aku dan Yesung hanya diam dengan pikiran masing-masing. Dan aku sedikit kesal padanya karena ia tidak memberitahu ku kemana kita akan pergi.
“kita sampai, kajja” ajak Yesung dengan senyum sumringahnya dan aku hanya diam mengikuti ajakannya, seperti ucapnya tadi padaku ‘jangan banyak bertanya dan berkomentar’.
Dia menarik lenganku saat aku sudah berada di luar mobil dan aku tetap hanya mengikutinya tanpa membantah sedikit pun.
Ia tetap menarik lenganku tanpa memperdulikan wajahku yang sudah kesal karenanya. Namun saat dia berhenti dengan tiba-tiba dan membuatku sedikit mengerutkan alis heran dengan tempat yang ia tuju.
“kita sampai.. ini lah tempat kita menghabiskan waktu berdua, kau suka?” tanyanya padaku yang berada di belakangnya masih dengan wajah heranku.
“yak!! Wae? Wajahmu kau tekuk seperti itu. Kau tahu, kalau seperti itu kau sangat jelek.” Ejeknya pada ku, namun aku tetap pada pendirian. Diam tak menjawab pertanyaannya satupun.
“kenapa kau diam saja? Kau marah eoh?” tanyanya lagi dan aku tetap hanya diam dan mencoba memberanikan diri untuk menatap manik matanya dengan tatapan tajam.
“hohoho.. yeojachingu ku yang cantik ini kalau sedang kesal sangat menyeramkan ya.. hmm.. bagaimana kalau aku yang menghilangkan rasa kesal mu eoh?” lanjutnya lagi dengan tatapan mata yang jahil dan juga senyuman jahilnya.
Aku yang merasakan ada yang aneh dengan tatapan dan senyumannya itu pun bersiap-siap mundur untuk menghindar darinya. Dan benar saja, ia mulai mendekati wajahnya ke arahku.
“ma..mau apa kau eoh? Kau tak tahu kalau aku itu..”
CUP
Tanpa aba-aba ia langsung menarik pinggang dan tengkukku membuat bibirnya menempel sempurna di bibirku. Aku terdiam, masih terkejut dengan perlakuannya yang tiba-tiba. Setelah bebarapa lama bibirku dan bibirnya menempel. Ingat hanya menempel. Ia pun melepaskan bibirnya dari bibirku dan mengecup pipi kananku.
“chagiya.. jangan marah lagi ne, aku tidak suka kalau kau marah padaku. Mianhae..” katanya setelah mencium pipi kananku dan mengelus puncak rambutku.
“sekarang tersenyumlah” perintahnya padaku dan aku menurutinya dengan sedikit menyunggingkan senyum terpaksaku. Aku sedikit puas dengan membuatnya merasa bersalah padaku.
“senyuman apa itu? tapi tak apalah, seperti itu lebih baik. Kajja kita lanjutkan kencan kita. Maukan?” tanyanya lagi padaku. Aku hanya mengangguk setuju dan mulai mengikuti langkahnya masuk ke dalam arena wahana.
##
Author pov
“oppa.. chebal, aku takut. Aku tidak ingin menaiki wahana ini. kau kan sangat tau kalau aku takut pada ketinggian oppa..” mohon Yura saat ia dipaksa untuk menaiki wahana yang dikenal dengan bianglala itu oleh Yesung. Ya, Wahana yang digemari banyak orang itu karena saat kita berada dipuncak bianglala pemandangan kota akan sangat indah di sana.
“tenang saja, ada oppa yang selalu disisi mu. Oppa punya kejutan untukmu dan untuk mengetahuinya, kau harus menaiki wahana ini. Kumohon untuk kali ini saja. chebal.. hmm?” kata Yesung menatap manik mata Yura untuk meyakinkannya bahwa wahana ini tidaklah menyeramkan dan agar rencana Yesung berhasil.
“tapi oppa.. aku..”
“sstttss.. percaya padaku, aku akan terus menggenggam tanganmu. Aku janji!”
Kini Yura diam sejenak dan berfikir. Walaupun masih terlihat takut ia memberanikan diri mengangguk setuju akan permohonan Yesung. Mungkin karena ia penasaran dengan kejutan yang akan diberikan Yesung nanti.
Dengan mengantri cukup lama mereka berdua pun menaiki wahana tersebut.
“tenanglah, aku selalu ada disisimu sayang” kata Yesung sambil menggenggam tangan Yura erat. Ia juga tak lupa memberikan senyum manisnya untuk menenangkan Yura saat wahana itu mulai bergerak naik perlahan.
Yura pun menutup matanya erat saat dirasakan bahwa kapsul yang ia naiki mulai bergerak, genggaman tangannya pada Yesung pun tak kalah eratnya. Dia takut, sungguh.
Yesung yang berada tepat di depan Yura pun hanya bisa tersenyum dan menatap intens Yura yang terpejam. Dia sungguh tak menyangka bahwa Yura ingin menaiki wahana yang ia takut kan selama hidupnya demi dirinya. Ya demi kejutan yang akan ia buat untuk Yura.
“oppa.. kau tidak tidur kan?” Tanya Yura pada Yesung saat Yura merasa tidak mendengar sedikit pun suara Yesung.
“ani, aku sedang melihat pemandangan yang sangat indah” jawab Yesung yang terus menatap Yura yang masih menutup matanya.
“oppa! Kau sungguh menyebalkan! Kau dengan enaknya melihat pemandangan yang indah dan kau menyiksaku dengan menutup mata terus menerus. Aku juga ingin melihat pemandangan yang kau bilang indah itu oppa. Aissh.. kau menyebalkan!” Yesung tersenyum melihat Yura yang mempoutkan bibirnya lucu itu. sangat menggemaskan, pikir Yesung.
“kau menggemaskan sayang” Yesung menarik hidung Yura gemas dan Yura pun semakin mempoutkan bibirnya kesal.
“cobalah buka matamu. Kau akan tau pemandangan yang indah itu jika kau membuka matamu. Kau sangat penasaran kan?” lanjut Yesung.
“dasar pemaksa! Baiklah, karena kadar ingin tau ku sangat tinggi dan aku takut kau melihat wanita cantik yang lain dibawah sana akan ku coba. Tapi kau janji terus menggenggam tanganku. Arraseo!” jawab Yura yang masih menggenggam tangan Yesung erat. Dia sangat tidak ingin melepaskan tangannya dari Yesung.
“ne, arraseo sayang”
Yura pun dengan sangat perlahan membuka matanya, ia merasakan tubuhnya bergetar hebat. Yesung pun juga merasakannya dan ia khawatir dengan Yura. Ia pun mengelus pipi Yura perlahan dengan satu tangannya yang bebas dari genggaman Yura. Membuat Yura tenang dan berhasil membuat matanya yang indah terbuka.
Yura menatap Yesung tak percaya dengan apa yang ia lakukan. Ia bisa membuka matanya di ketinggian yang sangat ia takutkan. Yura pun tersenyum manis menatap Yesung yang terus mengelus pipi nya lembut.
“oppa.. mana pemandangan indah yang kau katakan? Aku ingin melihatnya”
“mianhae Yura-ya, kau tidak bisa melihatnya. Hanya aku saja yang bisa” jawab Yesung sambil tersenyum pada Yura.
“mwo?! Apa-apaan itu oppa. Aku juga ingin melihatnya. Bahkan aku sudah rela membuang jauh rasa takutku pada ketinggian untuk membuka mataku dan melihatnya. Apa kau mengerjaiku oppa?”
“ani. Aku bersungguh-sungguh. Pemandangan itu sangat indah. Bahkan lebih indah dari yang ada diluar sana.” Jawab Yesung lagi yang membuat Yura semakin geram.
“oppa! Kau meyebalkan! Sungguh! Sangat sangat menyebalkan!” Yura pun mempoutkan kembali bibirnya dan menutup matanya kembali. Dia sungguh menyesal dan sangat kesal dengan Yesung. Rasa nya jika dia tidak ada di bianglala ini, ia ingin meninju Yesung dengan kencang dan tidak akan menemuinya sampai Yesung meminta maaf sambil memakai rok mini.
“hei, sayang! Kenapa kau menutup matamu kembali?” Tanya Yesung sambil menggoyangkan genggamannya dengan Yura.
“terserah diriku. apa urusannya denganmu” jawab Yura ketus.
“yayaya.. kau marah eoh?!”
“apapun yang kau katakan aku tak peduli”
“benarkah?! Bagaimana kalau aku mengatakan bahwa pemandangan yang indah itu benar-benar seorang wanita?” jawab Yesung dengan senyum jahilnya.
“terserah! Aku tidak peduli”
“baiklah, Yura-ya lihat wanita itu cantik sekali. Rambutnya panjang, matanya indah, hidungnya mancung, kulitnya putih, wajahnya yang menggemaskan dan kau tau? Aku sangat menyukai bibirnya yang munggil dan merah merona! Aigooo! Aku ingin menciumnya Yura!”
“oppa! Kau menyebalkan! Awas saja jika kau berani mencium bibirnya”
“memangnya apa yang akan kau lakukan jika aku menciumnya?”
“aku akan mencongkel matamu dan menjahit mulutmu itu” jawab Yura dengan penuh kekesalan. Bayangkan saja, kekasih kita yang tepat berada di hadapan kita berani-beraninya menyebut wanita lain cantik sampai-sampai ingin menciumnya. Wanita mana yang tidak akan kesal jika mendengarnya.
“itu yang kau lakukan? Baiklah, aku akan menciumnya”
“oppa! Kau sungguh-“
Cup
Perkataan Yura terputus dengan ciuman Yesung yang tiba-tiba tepat dibibirnya sampai-sampai dia membuka matanya karena terkejut. Yesung tersenyum melihat Yura dengan ekspresi itu. Yesung pun mulai menutup matanya dan menikmati ciumannya dengan Yura.
Ia terus melumat bergantian bibir atas dan bawah Yura dengan sangat lembut. Tanpa disadari Yura menikmati juga ciuman itu. Yura menutup matanya dan dengan perlahan mengalungkan tangannya ke leher Yesung dan ikut mengimbangi permainan Yesung dibibirnya.
Yesung melepaskan ciumannya saat dirasanya Yura kehabisan nafasnya. Ia ternyum kepada Yura.
“apakah kau akan mencongkel mataku dan menjahit mulutku sayang?” Tanya Yesung yang masih mengatur nafasnya dan degupan jantungnya setelah ciumannya dengan Yura.
Yura dengan manja menempelkan keningnya dengan kening Yesung dan tersenyum manis.
“apakah aku tadi bilang begitu? Kenapa kau mengerjaiku oppa. Kenapa kau tak bilang padaku bahwa wanita yang kau lihat itu aku. Apakah kau tak tau aku sangat cemburu” jawab Yura dan mengecup sekilas bibir Yesung, membuat Yesung terkejut dengan perlakuan Yura yang bisa berubah dengan cepat kepadanya.
“bagaimana aku bisa melihat wanita lain saat dihadapanku sudah ada wanita yang sangat cantik dan telah berhasil merebut hatiku seutuhnya dan tidak mengijinkanku melihat wanita lain selain dirinya, eoh?” jawab Yesung yang telah tersadar dari keterkejutannya.
“jangan salahkan aku karena kau tidak bisa melihat wanita lain selain diriku. Kau juga salah oppa. Kau juga telah mengambil hatiku sepenuhnya dan tidak mengijinkan aku untuk melihat pria lain selain dirimu”
Yura dan Yesung tersenyum bersamaan dengan kening mereka yang masih menempel.
“aku mencintaimu Lee Yura. Sangat sangat mencintaimu”
“aku juga mencintaimu Kim Yesung. Sangat sangat mencintaimu”
Mereka tersenyum bersamaan dan seketika suasana di dalam kapsul bianglala menjadi hening. Yesung perlahan mendekatkan lagi wajahnya ke arah Yura. Yura yang sudah tau dengan keadaan itu pun mulai menutup matanya.
Perlahan jarak mereka semakin menipis dan deruan nafas keduanya terasa di masing-masing wajah mereka. Hidung mereka pun mulai bersentuhan sampai sebuah suara menghentikan aktifitas mereka dan mengebalikan jawak mereka ke semula.
“ehemm.. maaf tuan, nona. Bisakah anda bergantian dengan pengunjung yang lain?” Tanya seorang penjaga wahana saat ia membuta pintu kapsul yang dinaiki Yesung dan Yura.
Yesung dan Yura pun berdiri bersamaan dan dengan segera mereka berdua keluar dari kapsul tersebut. Yesung menggandeng tangan Yura dan Yura pun menunduk malu dan mengikuti langkah Yesung.
***
Disinilah mereka sekarang, duduk di bangku yang telah disediakan untuk pengunjung. Mereka saling duduk berdampingan dengan ice krim ditangan mereka masing-masing. Senyum bahagia tak pernah luput dari bibir pasangan ini.
“ahhhh.. aku sangat lelah oppa” kata Yura dan meletakkan kepalanya dibahu Yesung.
“aku juga sayang. Tapi aku bahagia” jawab Yesung dan mengelus kepala Yura lembut dengan tangannya yang tidak memegang es krim.
“ya, aku juga bahagia oppa. Sangat sangat bahagia. Gomawo oppa” Yura mengangkat kepalanya untuk melihat wajah Yesung dan mencium sekilas pipi kanan Yesung.
Yeusng tersenyum dengan perlakuan Yura padanya. Ia pun membalas mencium pipi kiri Yura lembut dan cukup lama. Membuat Yura menutup matanya dan menikmati sentuhan bibir Yesung dipipinya.
“nado chagia, aku juga berterimakasih karena kau hari ini telah membuat ku tersenyum dan membuat degupan jantungku tak berhenti karena kau selalu berada disampingku”
“Aku mencintaimu Kim Yura” lanjut Yesung menatap Yura dengan mata teduhnya dan mencium kening Yura.
“aku mencintaimu Kim Yesung”
“tapi oppa, marga ku Lee. Kenapa kau menyebutku dengan marga mu?” lanjut Yura heran dengan ucapan Yesung tadi.
Yesung tersenyum mendengar penuturan Yura yang menurutnya sangat polos itu. tanpa terlihat oleh Yura, tangan Yesung menggambil sesuatu di saku celananya yang ia pakai.
“aku tau sayang, margamu memang Lee. Tapi, maukah kau mengubahnya menjadi margaku?” Tanya Yesung pada Yura. Yura menaikkan alisnya.
“eoh? Apa maksudmu oppa?”
“maukah kau menikah denganku Yura? Menghabiskan sisa hidupmu bersama ku?” jawab Yesung dengan menunjukkan sebuah cincin indah yang terdapat dikotak kecil di tangannya.
“oppa, kau melamarku?” Tanya Yura lagi pada Yesung.
“iya sayang, maaf aku tidak bisa membuat lamaran yang romantic. Namun aku janjikan padamu bahwa aku tulus sangat tulus mencintaimu dan memilih dirimu untuk menemaniku seumur hidupku”
“bagaimana? Kau mau menikah denganku?” Tanya Yesung kembali dan menunjukkan senyum nya untuk Yura.
“bagaimana ya? Sebenarnya aku sangat ingin mendapatkan lamaran yang romantis, tapi karena kau terpaksa. Ya sudah, aku mau oppa” ucap Yura dengan wajah yang sengaja dibuat seperti terpaksa.
Ia ingin mengerjai Yesung. Dan lihat sekarang, wajah Yesung berubah menjadi murung. Senyumnya yang indah tadi seketika memudar karena ucapan Yura dan Yura sangat ingin tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi Yesung yang menurutnya sangat lucu itu.
“apakah kau terpaksa Yura?” Tanya Yesung dengan wajah yang ditundukkannya.
“hahahahaha oppa.. wajahmu.. hahahaha”
Yesung pun mengangkat wajahnya saat mendengar suara tawa Yura. Ia menautkan alisnya bingung.
“kau.. kenapa tertawa Yura? Apa yang lucu? Kau itu. Aishh” jawab Yesung yang membelakangi Yura. Ya, dia sangat kecewa tadi dan dengan seenaknya Yura tertawa.
“aigoo oppa~ kau marah padaku?” Tanya Yura yang sudah berhenti dari tertawanya karena melihat Yesung yang membelakanginya. Ya, dia berhasil membuat Yesung kesal.
“oppa, aku hanya bercanda~ aku hanya membalasmu… ayolah oppa, lihat aku”
Yura memegang kedua bahu Yesung dan menghadapkannya ke depan, tepat di hadapan Yura. Ia pun mengubah ekspresinya dari tertawa menjadi serius dengan dihiasi senyum manisnya. Manic matanya menatap Yesung dengan tatapan lembut.
Yura melepaskan cengkramannya di bahu Yesung dan beralih menangkup wajah Yesung dengan kedua tangannya. Ia sesekali mengusap pipi Yesung lembut.
“oppa, lihat aku” perintah Yura pada Yesung dan Yesung pun menurutinya.
“aku sangat mencintaimu. Hanya kau satu-satunya pria setelah appa ku yang selalu ada dipikiranku. Hanya kau yang selalu membuatku tersenyum tanpa alasan. Hanya kau yang selalu ada di mimpiku. Mimpiku selalu indah jika ada kau di dalamnya dan aku selalu berdoa sebelum tidur agar kau selalu muncul dimimpiku”
“aku tau kau tidak sempurna, tapi kau membuat hidupku sempurna. Aku bisa merasakan kesal dan senang secara bersamaan. Dan aku ingin hanya kau yang menemaniku disisa hidupku, tanpa paksaan dan tanpa penyesalan” lanjut Yura yang mulai membuat Yesung kembali tersenyum. Ia sangat tidak menyangka Yura bisa mengucapkan kata-kata seromantis itu lebih dari dirinya.
Yura mengambil alih kotak kecil yang ada ditangan Yesung ke tangannya dan mengambil cincin yang manis itu dan memakainya di jari manisnya sendiri. Ia tersenyum manis pada Yesung.
“aku mencintaimu pria mimpiku dan aku sangat ingin menikah denganmu” lanjut Yura dan mengecup kening Yesung.
Yesung yang merasa hatinya bagai dipenuhi bunga pun langsung memeluk Yura erat dan sesekali mengecup puncak kepala Yura. Ia sangat bahagia, sungguh. Kebahagian itu tak bisa di ucapkan dengan kata-kata.
“Yura-ya, terimakasih. Huhh maafkan aku yang tidak bisa berbuat romantis dan terimakasih telah membuat aku, yang seorang pria seperti dilamar oleh wanita.”
Yesung kembali mengeratkan pelukannya pada Yura. Ia mendengar Yura terkikik didalam pelukannya.
“cheonma oppa. Dan kau baru tau kalau aku sangat romantis? Bagaimana? Apakah kau senang?” Yura melepas pelukan Yesung.
“yaahh.. walaupun aku sedikit tidak terima kalau kau lebih romantis dariku, tapi aku jujur. Aku sangat senang dan berterima kasih padamu Yura-ya. Aku mencintaimu”
Yesung mendekatkan wajahnya ke Yura. Mempertipis jaraknya dengan Yura dan mencium kedua mata Yura yang membuat sepasang mata indah itu tertutup. Setelah itu, ia mencium hidung Yura, lalu berlanjut ke kedua pipi Yura dan terakhir mencium bibir Yura. Ia tersenyum di sela-sela ciumannya dengan Yura.
“aku mencintaimu Kim Yura” ucap Yesung setelah melepas ciumannya sengan Yura.
“aku juga mencintaimu Kim Yesung”

_end_






Gomawo yang udah mau baca. ^^
Mianhae jika ceritanya ga sesuai sama title nya dan typo yang bertebaran itu. *bow

FICLET_ [KYUHWI COUPLE] "SHADOW"

Ku langkahkan kaki ku setapak demi setapak menyusuri jalan di taman ini. Ya.. aku tahu, bahkan sangat tahu bahwa hari telah malam. Hari ini sangat melelahkan untukku. Tugas tugas dan tugas, selalu kata itu yang membuat diriku lelah.
“Eomma.. aku pulang” tidak ada jawaban. Huh.. selalu seperti ini. Orang tua ku selalu sibuk bekerja.
Perkenalkan namaku Lee Hiu Hwi, yaa aku keturunan korea. Appa ku asli Korea dan Eomma ku asli Indonesia. Aku lahir di Cheonan dan saat ini karena Appa dan Eomma ku dipindah tugas kan untuk bekerja di Indonesia, jadilah aku tinggal di Negara ini.
***
Ku buka pintu kamarku saat aku berada tepat di depannya. Ku langkahkan kaki ku masuk, namun tiba-tiba terdengar suara yang mengejutkanku.
“hey, kau baru pulang?”
“ahh.. kau ini.. bisakah tidak mengejutkanku? Huh, aku sangat lelah. Bisakah aku pinjam bahumu sebentar?” jawabku sambil berjalan mendekat ke sofa yang ada di kamarku lalu mendudukinya bersama seseorang.
Ahh tidak! dia bukan orang, namun bayangan. Bayangan lelaki yang sudah setahun ini ku kenal. Cho Kyuhyun, yahh itulah namanya. Aku tidak tahu dari mana dia berasal dan aku juga tidak tahu kenapa hanya aku saja yang dapat melihatnya.
Ku senderkan kepalaku di bahunya. Bahunya dingin seperti es. Namun aneh, bukannya aku kedinginan tapi kehangatan dan kenyamanan yang ku rasakan. Sungguh aku sangat tidak ingin kehilangannya. Bayangan yang selalu ada di sampingku dan selalu menemaniku.
“Hey! Sepertinya kau memang benar-benar lelah?” tanyanya terhadapku.
“Kau kira aku berbohong?” jawabku dan dia hanya tertawa mendengar jawabanku.
“baiklah baiklah.. kau istirahatlah, aku akan menemanimu disini”
Hening. Beberapa saat suasana di kamarku sungguh senyap. Sampai akhirnya aku mendengar suara bisikan yang mungkin hanya didengar olehku.
“Hwi-ahh? Ahh.. sepertinya kau sudah tidur, baguslah. Tidurlah  yang nyenyak , karena aku tidak tahu apa aku bisa menemanimu lagi setelah ini. Aku.. aku sedih Hwi-ahh, aku tidak tahu harus melakukan apa. Aku sudah merasakan ini selama seminggu balakangan ini dan ternyata dugaanku benar. Sungguh aku tidak ingin meninggalkanmu dan meninggalkan semua kenangan kita selama ini. Namun sepertinya raga ku yang entah dimana mulai lelah untuk ini semua. Maaf kan aku, maafkan aku yang tidak bisa berlama-lama untuk menemanimu”
“Kyu” batinku. Sungguh, sebenarnya aku mendengar semua yang dia katakan. Hati ku merasa sakit, air mata ku mendesak untuk keluar.
“ahh yaa.. aku punya sesuatu untuk mu” lanjutnya pada ku dan aku pun merasakan ada sesuatu yang melingkar di pergelangan tanganku.
“jaga gelang ini dan dengan begitu aku akan selalu bersama mu”
Setelah kata itu, aku mendengarkan sebuah nyanyian yang merdu. Aku bisa merasakan usapan tangan nya di kepala ku, lalu aku pun terlelap.
###
Kring…Kring…Kring…
Ku buka mata ku perlahan dan meraba meja kecil yang berada di samping tempat tidurku. Tunggu.. tempat tidur? seingat ku semalam aku tertidur di sofa bersama… Kyuhyun!. Segera aku terbangun dari tidurku, ku lihat sekelilingku.
“Kyu!! Kyuhyun-ahh!!” karena teriakan ku tidak membuahkan hasil, aku pun beranjak dari tempat tidur dan langsung menggeledah seluruh tempat di rumah ini. Namun sia-sia, aku sama sekali tidak bisa menemukannya.
Ku lihat pergelangan tanganku. Dan terlihatlah sebuah gelang cantik yang terbuat dari emas putih. Seketika seluruh tubuhku lemas, aku pun terjatuh dan menangis sekeras yang aku bisa. Ku pukul dada ku berkali-kali, sungguh hati ku sangat sakit. Ternyata ini semua akan terjadi. Ya, dia meninggalkanku. Aku sangat menyesal semalam membiarkannya berbicara sendiri padaku.
Aku berharap ini hanya mimpi, namun sepertinya tidak. Yaaa ini nyata. Dia meninggalkanku dan aku harus bisa melupakannya walaupun aku tak tahu bagaimana caranya. Aku harus keluar dari khayalanku dan menerima semua kenyataan bahwa dia pergi meninggalkanku bersama dengan kenangan yang telah dia berikan padaku.
“terima kasih Cho Kyuhyun, aku mencintaimu..”
-FIN- 

Senin, 24 Februari 2014

Fanfiction :: Oneshoot - "Heartstring"

“Heartstrings”



Author : Nafisa
~Oneshoot~
        Genre: romance and comedy(?)
        Twitter: @Shnafifly
        www.nafisaclouds.wordpress.com
Cast : Lee Hyo Sup
        Kim Yesung
        Lee Donghae
        Cho Kyuhyun
        Kim Ryeowook
        Park Minyoung


Annyeong ~~
Ini FF pertama saya, jadi mohon maaf sebelumnya kalau FF nya ada kekurangan…
Warning : Typo berkeliaran  dan membuat anda terserang TBC :p
~Happy Reading….. J


Hyo sup pov~
Kring.. Kring.. deringan alarm membangunkanku, setiap hari selalu begitu. Yaa.. bagaimana tidak, aku hanya sendiri di Seoul. Aku Lee Hyo Sup, aku sudah tinggal di Seoul selama 1 tahun. Aku orang campuran dari Korea dan Indonesia, Ayahku korea dan ibuku Indonesia. Aku memilih universitas di korea karena hanya disini fakultas yang aku inginkan. Aku mengambil fakultas musik tradisional korea, aku mendapatkan alat musik yang bernama Gayageum. Awalnya memang susah untuk dimainkan, namun setelah aku belajar di universitas ini bermain gayageum sangat mudah. Orang tua ku tinggal di Indonesia, setiap 1 bulan sekali mereka mengunjungiku.

###

Pagi ini aku ada kelas, jadi aku harus berangkat pagi.
Saat aku di meja makan, ponsel ku berdering.
“Yeobseyo, Mwoya Min young??”
“Yeobseyo Hyo sup-ahh. hari ini aku tidak naik mobil, jadi aku bareng kamu ya ke kampus”
Kata minyoung dari sebrang telepon. Dia adalah salah satu teman akrab ku di Seoul.
“ahh.. ne, tapi jangan sampai kau telat”
“tenang chingu, aku segera berangkat. Bye” pip.. segera ku tutup telponnya.

Aku melanjutkan sarapanku sambil menunggunya.                                                                
Tidak lama aku menunggu, dia datang dengan caranya yang selalu nyelonong masuk apartementku tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Sehingga aku terkejut di buatnya.
“Yak!! Min young-ssi, kebiasaanmu itu harus dihilangkan! Kau mau membuatku mati ha!??” kataku kesal padanya
“Ahh mianhae, aku akan ulang ne”
Dia pun keluar dan sekarang dia mengetuk pintu dahulu. Dengan wajah yang bingung aku pun membukakan pintu untuknya.
“Aish..~ Minyoung, kau ini aneh sekali.. sudahlah masuk” kataku dan menyuruhnya untuk masuk ke dalam. Dan dia hanya membalasnya dengan tertawa.
‘huh dasar Minyoung’ kataku dalam hati sambil menggelengkan kepala.
Dia duduk di sofaku untuk menaruh tas nya, setelah itu ia jalan menuju meja makanku.
“Sup-ahh, roti ini aku makan ya. Aku sangat lapar” kata Minyoung sambil menunjuk roti yang ada di meja makan.
“Ne~ silahkan. Kalau perlu kau habiskan saja semua. Lagi pula selain aku tidak ada yang memakannya lagi. Setelah itu kita berangkat ne?” tanyaku yang sedang duduk di sofa dan mendengarkan musik.
“ ne” jawab Minyoung dengan mulutnya yang dipenuhi oleh roti.
Setelah makan, aku dan Minyoung pergi ke kampus menaiki mobilku dengan kecepatan standar.

KyuHee Universitas (namanya asal readers wkwk :p)
Aku dan Minyoung berlari membawa gayageum ku yang berat itu menuju kelas ku. Sialnya saat aku berlari, gayageum ku menyenggol alat music seseorang yang sedang asyik duduk di samping tangga. Karena dia mendengar suara jatuhnya alat music itu, saat itu juga dia menoleh padaku.
“Hey kau!!” dia memanggilku.                                                        
Dalam keadaan takut aku menghampirinya dan meminta maaf padanya. Aku tertunduk malu, tak berani melihat wajahnya.
“mi… mianhae sunbae” kataku gugup.
“kau! Siapa kau???”
“Lee.. Lee hyo sup imnida sunbae, dari fakultas music tradisional”
“ohh. Kau dari fakultas m.tradisional. Kau tau kau salah?”
“ne sunbae, jeongmal mianhae” kataku sambil memperdalam tundukanku.
“aku idak bias memaafkanmu, karena kau gitarku hamper rusak.. kau tau tidak, gitar itu sangat berharga bagiku. Untuk membalas kesalahanmu nanti siang kau datang ke tempatku, aku ada di kelas music tradisional. Katakan saja kau mencari Kim si pemain gitar. Arrase?!” katanya yang panjang lebar dan menjauhiku.
Setelah namja itu pergi, minyoung yang dari tadi menjauh darku sekarang menghampiriku.
“gwenchana sup-ahh??” Katanya cemas melihatku.
“ne, gwenchanayo. Aku hanya di suruh menemuinya siang ini. Kau mau menemaniku kan?”
“hmm arraseo, sekarang ayo kita ke kelas” ajaknya lalu menggandengku.

##

Selama pelajaran aku tidak bias konsentrasi, aku selalu memikirkan namja itu.

“Kim si pemain gitar” kataku saat di kantin.
“Hey, sup ayam. Kau sedang melamunkan apa?” kata seorang namja yang sudah sangat aku kenal suaranya sambil menepuk pundakku dari belakang.
na“ehh.. aniya, aku hanya memikirkan sesuatu saja. Kau! Lee Donghae. Kenapa baru muncul?” tanayku pada sahabat ku ini.
“Yaa.. kau taulah aku sangat sibuk rekaman saat ini. Kau merindukanku ya sup ayam??” kata donghae menunjukku dan tertawa evil kepadaku.
“yak! Mana mungkin aku merindukanmu. Aku hanya ingin tahu saja. Kau ini terlalu PD, iya kan minyoung-ssi?”
“ehh, ne” kata minyong yang sedari tadi hanya asik memakan makananya.
“hey minyoung-ssi, kerjaanmu hanya makan saja ya??” kata donghae ke minyoung.
“ani, aku disini makan, makan, makan, membaca buku dan minum” jawab minyoung dengan mulut yang penuh dengan makanan.
“biarkan sajalah, memang hobi nya seperti itu” kataku pada donghae.
Aku melihat jam tanganku, ternyata sudah pukul 1.
“minyoung-ssi,sekarang sudah pukul 1. Cepat habiskan makananmu, setelah itu temani aku” kataku pada minyoung sambil memasukkan buku yang tadi aku baca ke dalam tas.
“ kau mau kemana? Bukannya siang ini kau tidak ada kelas?” kata donghae dengan muka bingungnya padaku.
“aku ingin ke kelas music modern” kataku singkat.
“kelas music modern? Ada urusan apa??” Tanya donghae padaku.
“ada urusan sedikit”
“ohh, bagaimana kalau aku saja yang menemanimu. Lagi pula minyoung sedang asik makan, kau tidak boleh mengganggunya.” Kata donghae yang membuatku berfikir sejenak.
“hmm.. arra, Minyoung kau tunggu disini ne?”
“ ne” jawabnya degan anggukan.
“kajja hae” ajaku sambil menggandeng lengan donghae.
~~
Aku dan donghae sudah akrab sebelum aku ke Seoul. Aku mengenalnya di dunia maya. Banyak rang yang mengira aku yoejachingunya, padahal aku hanya sahabatnya saja. Apalagi saat ini dengan posisi ku yang menggandeng lengannya. Banyak yeoja yang iri padaku. Yaaa.. karena Lee donghae memang popular di kampusku.
~~
Sesampainya di kelas yang kutuju. Donghae yang mengetuk pintunya lebih dulu dari pada aku, padahal yang punya urusan kan aku. (dasar ikan mokpo yg aneh) #ditampar para fishy xP
Setelah pintu di buka, muncul seorang namja dengan wajah imutnya. Dia bertanya pada donghae.
“siapa kau? Apa urusanmu ke sini?” katanya dengan wajah dinginnya.
Aku langsung menjawabnya yang membuat namja itu mengalihkan pandangannya padaku.
“aku mencari Kim si pemain gitar, kau tahu dia?”
“ada urusan apa kau dengannya” katanya dengan muka ketus nya padaku.
“tadi aku menjatuhkan gitarnya. Dia menyuruhku untuk menemuinya disini, apakah dia ada?” Tanya ku lansung karena tidak mau berlama-lama dengan namja cute ini (takut pingsan) wkwkwk #abaikan -_-“
“baiklah, tunggu sebentar!” kata namja tersebut lalu menutup pintu, ah ani membantingnya lebih tepat.
“aneh sekali namja itu” kata donghae padaku.
~1 jam berlalu~
“kenapa namja itu tidak keluar juga?” kata donghae yang masih berdiri di sebelahku.
“mollayo, aku juga bosan harus menunggunya seperti ini”
Donghe mengeluarkan earphone dan iphone nya dari tas ransel yang di gendongnya. (mau jadi tasnyaa.. xP)
“untuk mengurangi kebosananmu, kau mau mendengarkan laguku?” kata donghae dan mengulurkan earphone sebelah kananya padaku. Aku menganguk tanda setuju, aku mengambil earphone nya dan ku pasang di telingaku. Saat earphone sempurna terpasang, terdengar suara lembut yang khas dari Lee donghae.
“bagaimana pendapatmu tentang laguku?” tanyanya masih dengan keadaan yang tadi.
“lagunya bagus,suaramu juga tidak kalah bagusnya. Tidak sia-sia ya kau berlatih keras.Tapi kau memang berbakat ikan mokpo yang tampan. Aku senang mempunyai sahabat seperti mu.” Kataku memuji sahabatku ini. Aku menoleh ke arahnya, ku lihat dia sedang menatapku dengan senyuman yang bisa membuatku sesak nafas.. huffttt..
“Yak! Lee Hyo sup.. tadi kau panggil aku apa??” katanya aku hanya tersenyum dengan wwtadosnya.
“tapi tak apalah, itu nama panggilan sayangmu padaku kan?? Hyo sup-ahh, aku inin memelukmu..” lanjutnya sambil merentangkan tangannya agar aku bisa memeluknya. Aku pun mengahampirinya da membalas pelukannya. Tapi tiba-tiba terdengar suara bariton seorang namja.
“hey.! Kalian sedang apa?” kata namja itu dengan muka penasarannya.
Aku yang membelakangi namja itu pun berbalik untuk melihatnya. Ternyata namja itu si Kim pemain gitar.
“kau! Kau kan yang ingin bertemu denganku? Kenapa tadi kau tidak masuk saja eoh?” katanya sambil menunjuk wajahku.
“aku di suruh menunggu disini tadi”
“siapa yang menyuruhmu?” Tanya nya dengan wajah bingungnya.
Tiba-tiba namja yang sebelumnya keluar menemuiku dan donghae muncul di balik pintu.
“hyung! Ayo kiya makan, aku sangat lapar.” Katanya manja kepada Kim sambil mengelus-elus perutnya.
“dia yang menyuruhku” kataku menunjuknya saat aku melihat namja itu.
“mwo?! Na?” kata namja itu sambil menunjuk dirinya sendiri.
“ne.! kau! Kau kan yang tadi menyuruh kami untuk menunggu disini sampai kami bosan.”
“Ryeowook apakah itu benar?” kata Kim menoleh ke namja tersebut.
“Eoh, ne hyung.. aku suka mengerjainya. Dia lucu” kata namja yang bernama ryeowook itu sambil senyum evil padaku.
Aku dan donghae seketika saling menoleh dengan waajah yang sma-sma melihatkan kebingungan saat ryeowook memanggilku lucu.
“aishh, kau ini sudahlah. Oiya, kyuhyun eoddiseo??”
Kim dan ryeowook saling memutar pandangan untuk mencari yang bernama kyuhyun itu.
“hey hyung.!” Terdengar suara namja di belakangku. Aku pun menoleh mencari orang yg memiki suara tersebut.
“Kyu, darimana saja kau?” kata ryeowook yang di tujukan ke namja tampan, berkulit putih,dan tinggi yang sedang menghampiri kami.
“aku habis makan sambil bermain psp ku hyung” katanya saat sudah berada di depanku.
“annyeong eonni, oppa. Kalian pasangan yang serasi” lanjut kyuhyun saat melihatku dan donghae.
Aku terbelalak kaget mendengar ucapan salamnya padaku. Begitu pula donghae.
“ehh.. annyeong, kenapa kau memanggilku…” kataku bersamaan dengan donghae. Yang membuat kami saling menoleh dengan tatapan bingung.
Tapi kyuhyun hanya menunjukkan senyum watadosnya padaku dan donghae.
“ahh sudahlah, itu memang kebiasaan buruknya.” Kata Kim membuyarkan pikiranku.
“kau! Ikut aku, dan kalian bertiga tunggu disini” lanjut Kim dan menarikku ke dalam kelas tempat dia keluar tadi. Saat di dalam kelas Kim menghempaskanku hingga aku terduduk di salah satu bangku. Ia memutar bangku yang ada di depanku dan duduk di bangku itu.
“kau! Kau tahu kesalahanmu?” kata Kim memulai pembicaraan.
“ne, arrayo.. aku akan mengganti gitarmu”
“andwe! Gitar itu sangat berharga bagiku. Aku mau kau membalas kesalahanmu dengan menjadi budakku selama satu bulan, setelah itu aku akan melupakan kesalahanmu”
“ne..” kataku dengan malas. Namun saat di serap lagi perkataan dari Kim, aku baru sadar apa yang dikatakan dia tadi.
“MWO! Menjadi budak mu slama satu bulan?!” kataku terbelalak kaget dengan ucapannya.
“kalau kau tidak mau, ya sudah.. aku akan menghantuimu terus”
“aish.. arraseo, kau ini seperti hantu”
Aku berdiri dari bangku ku, aku melangkah ke arah pintu. Namun belum sempat aku menarik pintu nya, Kim kembali memanggilku.
“hey! Lee hyo sup.. itu di mulai besok pagi. Kau tidak boleh telat, mengerti?”
“aish.. namja ini. Ya! Aku mengerti. Kau puas Kim yang menuebalkan!”
“hey kau!” kata kim sambil menunjukku, terlihat sekali kalau dia sedang kesal padaku.biarkan lah, dia juga sudah membuatku marah.
“sup-ahh kau baik-baik saja? Kenapa muka mu seperti ibu-ibu yang memarahi suami nya yang ketahuan selingkuh?” kata donghae saat melihat ku keluar dari kelas.
“aigoo Lee donghae.. kau ingin ku makan, eoh?”
“hmm.. mianhae, aku hanya ingin menghiburmu, habis mukamu kau tekuk seperti itu aku jadi takut melihatnya”.
“Ahh.. sudahlah. Kau antarkan aku ke apartemen ya”
“baiklah, tapi bagaimana dengan minyoung?”
“Dia akan aku sms. Kau yang setir mobilku!”
“ne, nyonya manis” donghae meledekku smbil berlari mendahuluiku.
“Yak!! Lee donghae” kata ku sambil mengacung-acungkan (?) tanganku ke arahnya. Dan dia dengan watados nya menertawakanku.

~Yesung POV~

Aku tertawa sambil keluar dari kelasku.
“hyung, gwenchana??” wookie bertanya pada ku dengan wajah yang… aneh =,=
“eoh?! Nan gwenchana..” kataku sambil memberikan senyuman kepadanya.
‘ini akan sangat mengasyikkan’ lanjutku dalam hati.
“ahh.. hyung tadi kau apakan eonni??”Tanya kyu gantian dengan wookie.
“nanti kau juga tahu.. jja, kita kembali ke apartement”
Aku dan kedua dongsaengku pun jalan melalui lorong kampus untuk kembali ke apartement kami. Memang aku dan kedua dongsaengku tinggal di satu apartement. Meraka juga sudah ku anggap sebagai dongsaeng kandungku dan sahabatku.

~yesung pov end~

Pagi ini sangat cerah, sayang tidak secerah suasana hatiku. Aku pergi kekampus dengan mobilku. Di sepanjang perjalan aku menceritakan semua kekesalanku kepada donghae melalui ponsel.
“hae, kau tahu kan kalau aku sudah menjadi budaknya selama 2 minggu. Dan selama itulah hidupku tidak tentram. Kau cepatlah kembali, hanya kepadamu aku bisa curhat”
“Aigoo~~ masih ada minyoung hyo sup-ahh. Kau bisakan menceritakan smuanya ke minyoung?”
“Yak! Lee donghe, kau tahu diakan? Kalau aku sedang bercerita dengannya dia hanya sibuk dengan makanannya. Jadi cepatlah kau kembali”
“Ne, nyonya manis.. aku akan kembali sekitar seminggu lagi. Sudah ya, kututup dulu telponnya, masih banyak yang harus kulakukan… sampai jumpa seminggu lagi nyonya manis.. pai”
“ne, ikan amis.. pai pai, jaga kesehatanmu ne?”
“yak!! Kau ini.. ne, pasti”
Aku terkekeh geli karena puas meledek nya tadi di telpon.

Donghae memang sedang sibuk keluar kota untuk mempromosikan lagunya yang baru 2 minggu ini rilis. Dan aku.. jangan ditanyakan, aku sibuk mengurusi Kim itu. Pagi ini saja aku harus mengantarkan makanan untuknya dulu sebelum ke kampus.
“AKHH..!!! AKU BENCI DIA.!!” Teriakku di dalam mobil.




@Apartement KRY

Aku menekan bel dan mengetuk pintu apartement nya, tapi kenapa tidak ada balasan dari dalam??. Akhirnya aku mengirimkan pesan untuk kim.

To: Kim jelek
‘hey kim, kau tuli atau apa eoh?! Aku sudah ada di depan pintumu, cepat bukakan. Kalau tidak aku akan dobrak pintumu!!’

Tidak lama aku menunggu, ponsel ku berdering menandakan ada pesan untukku.

From : Kim jelek
‘dobrak saja kalau kuat.. memangnya kau bisa mendobraknya dengan badan kurus mu itu?? Sudahlah buka saja babo, tidak dikunci’



“huh dasar, aku kan masih tahu sopan santun.. dan tadi apa yang dia bilang? Badanku kurus?? MENYEBALKAN SEKALI KAU KIM..!!!!” kata ku menggerutu saat masuk. Tapi seketika aku berhenti saat mendengar nyanyian seseorang yang sangat merdu dengan diiringi suara gitar yang tak kalah merdunya. Aku pun mengikuti sumbersuara itu. Semakin terdengar suara itu sampai aku berhenti di sebuah balkon yang menyujukan taman yang kecil namun indah.
Aku melihat seorang namja yang tak asing bagiku yang sedang bernyanyi sambil memainkan gitarnya. Aku penasaran dengan namja itu, aku pun mendekatinya. Sekarang jarak ku dengan namja itu sangat dekat. Dia sepertinya menyadari aku di belakangnya. Namja itu pun menghentikan nyanyiannya dan menoleh ke arahku, dia juga menunjukkan senyuman manisnya padaku.
DEG~~!!
Seketika jantungku berpacu sangat cepat, seperti mau lepas dari dalam karena melihat senyumannya itu.
Setelaah beberapa menit, aku pun tersadar. Ternyata namja yang tersenyum ke arah ku adalah Kim.
“hyo sup-ahh, kemarilah” kim menyuruh ku duduk disampingnya.
Dengan kesadaran yang belum sempurna, aku berjalan untuk duduk disampignya.
“kau suka?”
“…..” aku hanya diam, tidak dapat berkata dan hanya menatap wajahnya.
“aishh,, jawablah. Kau menyukai lagu ku tadi?” ulangnya lagi.
Setelah sedikit tersadar, aku mengangguk. Kim menatapku, masih tetap dengan senyuman mautnya.
Hening..~~ beberapa lama aku dan kim hanya berkutat dengan pikiran masing-masing.
“siapa nama aslimu?” aku pun memulai perbincangan dengannya.
Dia hanya tersenyum, namun setelah beberapa menit..
“Kim yesung”
“mwo? Apa yang kau katakana tadi?” jawabku meminta pengulangan darinya.
“Tskk.. Kim yesung, namaku adalah kim yesung”
Setelah itu ia memetik gitarnya kembali untuk melanjutkan lagu yang tadi sempat terputus olehku.

Aku memperhatikannya yang sedang bernyanyi.
‘Kim yesung, kau tampan juga kalau dilihat-lihat. Baru kali ini aku menyadarinya, biasanya dia memasang wajah jutek,marah, bencinya padaku’ kata ku dalam hati sambil memikirkan kim.
Namun tiba-tiiba dia menghentikan nyanyiannya.
“oiya, mulai sekarang panggil aku yesung.. arra?”
“ne, arraseo” kata ku smbil menunjukkan senyum ku.
Yesung pun melanjutkan nyanyiannya lagi, namun saat aku menikmati nyanyiannya..
“Hyung, nan eodiga? Ppalliwa?” suara ryeowook mengganggu ku yang sedang manatap pemandangan yang indah –yesung-.
Seketika yesung menghentikan lagunya dan menaruh gitarnya disampingku, ‘dia pergi tanpa menoleh ke arah ku.. dia kembali seperti yang biasa’ pikirku.
Setelah dia menjauh, kyuhyun datang menghampiriku
“hai eonni, kenapa kau disini?” kata kyuhyun dengan wajah innocent nya.
“eoh kyuhyun,, eonni hanya ingin melihat pemandangan disini saja”
“ahh.. arraseo.”
Aku dan kyuhyun pun diam saling menikmati pemandangan taman di hadapan kami.
“hmm.. kyu,, apakah eonni boleh bertanya padamu?”
“eoh, boleh.. silahkan eonni, tidak bayar kok,, kekeke”
Aku pun tersenyum dengan leluconnya, kyuhyun memang anak yang ceria.. seharusnya aku memanggilnya oppa karena umurku lebih muda darinya, namun saat aku memanggilnya dia malah marah padaku. Sehabis kejadian itu biarkanlah dia memanggilku eonni, lagi pula bukan hanya aku saja yang di panggil eonni olehnya. Banyak mahasiswi yang mengenalnya di panggil eonni olehnya. #baiklah, kembali ke cerita
“hmm.. kau kan dongsaengnya yesung, eonni ingin tahu kenapa yesung hyungmu itu tadi saat bernyanyi sifatnya padaku berubah derastis?”
“ahh.. soal itu. Hyung memang seperti itu, ‘aneh’ entahlah aku juga tidak tahu pasti karena apa, namun hyung selalu ramah dan tenang saat dia memainkan gitarnya. Mungkin itu penyebabnya banyak yeoja yang menyukainya kalau dia sedang memainkan gitarnya” jelas kyuhyun panjang lebar.
“hmm.. apakah segitu berharganya gitar itu baginya?”
“itu sangat berharga eon, gitar itu pemberian eomma hyung. Aku mengenalnya, eomma hyung sangatlah baik hati dan penyayang. Saat dulu sifat hyung juga seperti eomma nya.. namun saat eomma hyung meninggal karena appa hyung yang berselingkuh lalu eomma hyung bunuh diri, semenjak kejadian itu hyung menjadi angkuh terhadap semua wanita di dekatnya. Nih aku kasih tahu rahasia hyung, tapi eonni janji tidak akan mengatakannyakepada orang lain ne. hanya kita berdua. Yaksokk?!” jelas kyuhyun panjang lebar –lagi- =,=”
“eohh,, ne yaksokke”
“sebenarnya hyung dari dulu belum pernah mencintai seorang yeoja, dia selalu menutup hatinya atau membantah hatinya apa bila ia menyukai seorang yeoja.. maka dari itu aku sangat suka apabila eonni mendekati hyung. Mungkin dengan cara itu hyung bisa membua hatinya” kata kyu sambil menunjukkan wajahnya yang terlihat sedih.
“ohh.. baiklah, demi kyuhyun aku akan mendekati yesung hyungmu itu” kata ku untuk menghibur kyuhyun yang sedang sedih itu.
“jinjayo eonni?” kata kyuhyun dengan wajah yang kembail berseri.
“ne, jinjayo” kata ku mengangguk lalu tersenyum padanya. J


‘ jadi seperti itu, aku jadi semakin mengenalnya. Tapi ada apa dengan perasaa ku saat aku mendengar suara nya ya??? Jantung ku tidak bisa terkontrol. Apa aku….?? Akh ani ani, aku tidak mungkin menyukai namja yang dingin seperti itu’ kata ku dalam hati sambil terus memikirkannya.

“eonni!! Ayo kita makan, eonni pasti lapar” kata kyuhyun tiba-tiba yang mengagetkanku (?) dan menarik lengan ku kearah dalam meja makan.

“eonni, kau duduk di sebelah ku ne, aku akan mengambilkan piring untukmu”
Aku pun hanya menurut apa kata kyuhyun, memang benar sata ini aku sangat lapar… aku belum sempat sarapan tadi saat ingin ke sini.
Saat aku sudah duduk, ryeowook menatap tajam kearah ku.
“yak! Wookie jangan seperti itu, kau ingin membunuhnya dengan tatapan mu itu eoh?!” yesung menyikut tangan ryeowook dan berbisik pada ryeowook. Namun entahlah, mungkin yesung yang bodoh.. suaranya masih terdengar oleh ku. Tapi aku bersyukur, mungkin kalau yesung tidak menyadarkannya aku sudah mati disini.. *lebay xP
“nahh.. ini hyung piring mu, segeralah makan dan pergi ke kampus.. ayo jhyung makan!” ajak kyu yang mencairkan suasanya dingin tadi.
Aku pun makan, tetapi aku selalu tertunduk. Aku masih takut untuk menatap ke depan –ke arah ryewook tepatnya- takut dia menatapku lagi.
“hmm~~ mashita, eon membeli ini dimana?” kyuhyun terlihat sangat menikmati masakanku yang dia bilang makanan beli.
“anni, aku tidak membeli nya. Tapi aku yang memasaknya.. gomawo kyunni” kata ku tersenyum sambil menatap wajah nya yang ada di samping ku.
“mwo? Eonni yang memasak ini? Ini sanga lezat eon… lebih baik eonni, masak selalu dan tidak usah membeli makanan untuk kami.. aku lebih suka masakan eonni..” kata kyuhyun melahap makanan nya lagi.
“ne”  jawabku singkat dan melanjutkan makan ku lagi.


Selesai makan, aku dan ke tiga namja ini pergi ke kampus.
“yesung hyung! Aku ingin ke kampus bersama eonni. Hyung pergi saja bedua dengan ryeowook hyung ne?” kata kyu saat kami menuju basement.
“andwe!” jawab yesung hyung spontan (?) yang membuat kami –kyu,aku, dan ryeowook- sedikit terkejut dan bingung.
“mwo?! Kenapa tidak hyung?” Tanya ryeowook, tapi yesung tidak menjawab. Mungkin dia juga bingung. #nah lohh sama-sama bingung. Author juga bingung *lohh

“hmm.. ba-bagaimana kalau kalian semua naik mobil ku saja?” kata ku sedikit ragu dengan pendapat ku.
“baiklah, jja” jawab yesung yang setuju dengan pendapatku. Semua bingung dengan sikap nya pagi ini, termasuk diriku.


-yesung pov-

Akhirnya dengan jawaban bodoh ku tadi, aku pergi ke kampus menaiki mobil hyo sup. Aku sangat menyesal dengan jawaban mendadak ku tadi. Aku juga tidak tahu mengapa aku bisa berbicara seperti itu.
‘Aisshh.. ada apa dengan ku pagi ini? Kenapa aku jadi aneh seperti ini. Tapi.. kenapa tadi saat di meja makan dan tadi di basement saat kyuhyun berdekatan terus dengan hyo sup perasaan ku sangat tidak suka ya?? Aishh.. ani ani, aku sudah berjanji pada diriku sendiri untuk tidak menyukai yeoja. mungkin kalian aneh melihat ku tidak ingin menyukai yeoja. Kalian juga jangan berfikir kalau aku gay. Aku itu masih normal, ada sesuatu yang membuat ku seperti ini. Aku tidak ingin seperti appa ku. Aku tidak ingin melukai yeoja seperti appa ku…..”
Kenapa semenjak hyo sup mejadi budakku aku mengira kalau dia adalah milikku ya?? Atau aku….




##

@Mouse & Rabbit Caffee

Seminggu ini entahlah, aku terus ingin bersama dengan hyo sup. Persetan dengan sifat angkuh ku itu.

“Hey hyung.. ku perhatikan daritadi kau melamun terus. Wae hyung??”
Wookie membuyarkan lamunanku.
“Ehh.. aniya, aku hanya memikirkan sesuatu”
“arra.. ohh iya hyung, ku lihat akhir-akhir ini kau selalu bersama hyo sup. Kemana sikap dingin mu pada yeoja hyung?” seketika aku berhenti dari kegiatanku. Aku melihat ke arah ryeowook, apa aku harus memberi tahunya?
“ahh.. hmm.. a- aku, hmm… seperti nya aku mulai menyukainya” jawabku ragu-ragu.
“mwo?! Kau menyukai siapa hyung? Jangan bilang kalau kau menyukai hyo sup?” bingo! Ryeowook kau benar..
“Kau benar wookie, aku menyukai hyo sup.. aku juga tidak tahu, rasa nyaman saat berada di dekatnya muncul begitu saja. Bagaimana menurutmu?”
“Kalau kau yakin menyukai nya dan tidak akan menyakiti nya, kenapa tidak. Menurut ku dia juga baik dan lucu. Tapi hyung, kau sudah melupakan janji mu? Dan kau yakin dia menyukai mu juga?”
“mungkin saat ini aku akan mengingkari janjiku wookie.. aku akan berusaha membuat dia menyukai ku. Dia cinta pertama ku dan terakhir ku. Aku tidak mau, di tolak oleh nya”
“Aigoo~~~ kau optimis sekali hyung. Sebesar itukah kau menyukainya?”
“hmm.. dia telah merubah ku wookie” kata ku sambil menyeruput (?) ekspresso ku.
“Yak..!! hyung ku sudah jatuh cinta rupanya. Kekeke” xP
kami pun tertawa dan melanjutkan tugas kampus kami.
‘Lee Hyo Sup, aku akan mendapatkan hatimu’

-Yesung pov end-




###
Nb: Coba Dengerin lagu SJ-H _ You and I

Malam ini donghae kembali ke Seoul dan sekarang aku menyuruhnya untuk ke apartement ku dulu sebelum ke apartementnya.
“Annyeinghaseyo nona Lee… apakah kau ada di rumah? Pangeran ikan datang ke apartementmu… apakah kau tidak merindukanku?” suara teriakan donghae terdengar oleh ku yang berada di dapur. Aku sedang membuat susu strawberry, kesukaanku ;). Dengan cepat aku menghampirinya dan memeluknya.
“Aaaaaaaa Lee Donghae, neomu neomu bogoshipo pangeran ikan.~~~” jawab ku yang sedikit diangkat olehnya. *Bayangin di pilem-pilem india gitu.. #ciee xP *abaikan.
“Bogoshipoyo putri sayur” jawab donghae singkat sambil terkekeh.
Aku pun melepaskan pelukanku.
“Eoh?! Kenapa putrid sayur? Memangnya mukaku mirip sayur?” kata ku sedikit mempoutkan bibirku.
“Ne,, namamu kan Hyo Sup. Dan kau tahu ada sayur ‘Sup’? maka dari itu aku memanggil mu putri sayur… hahahaha lucu tidak?” kata donghae lalu menertawakanku dengan kencang.
“ahh.. ahh.. lihat lah mukamu… seperti sayur sup hahahaha” kata donghae menertawakanku lagi. Aku semakin mempoutkan bibirku dan menatap tajam ke arahnya.
“YAK..!! LEE DONGHAE..!! IKAN MOKPO YANG BURUK BERHENTI MENERTAWAKANKU!! ATAU AKU AKAN BERMUSUHAN DENGANMU.!” Kata ku yang sedikit mengancamnya. Seketika donghae menghentikan tawanya, lalu ia menghampiri ku dan memelukku.
“Aku kan hanya bercanda cantik” kata donghae sambil mengelus rambut ku.
Masih ku dengar kekehannya. Dia masih tertawa, ku cubit saja perutnya.
“Aww.. appo” katanya meringis dan memegang perutnya yang ku cubit tadi.
“hahahaha,,, rasakan itu ikan amis.. wleee” kata ku lalu berlari supaa tidsk dibalas olehnya lagi.
“Hey sayur..~~ awas kalau kau tertangkap oleh ku”
Aku dan donghae pun bermain kejar-kejaran. Setelah lelah aku dan donghae duduk di sofa, aku bercerita tentang yesung kepadanya sambil memakan mie ramen yang sempat ku buat tadi.
“donghae-ahh, aku ingin jujur padamu” kataku memulai lagi pembincaraan kami.
“ silahkan”
“donghae-ahh”
“ne”
“donghae-ahh.. aku..”
“Aishh.. cepatlah kau bicara, kau buat ku penasaran saja”
“Donghae-ahh.. aku.. menyukainya”
“Mwo?! Menyukai siapa?”
“aku menyukai….. Kim yesung” kataku lega karena sudah mengatakan pada donghae –sahabatku-.
“Yasudah” jawabnya singkat dan dengan wajah yang datar.
“Yak! Kenapa hanya itu jawabanmu?”
“Aku harus bicara apa memangnya? Kalau kau menyukainya ya sudah kau harus mengatakan padanya”
“nahh itu masalahnya. Aku kan yeoja, tidak mungkin aku mengatakan duluan padanya. Dan aku juga tidak tahu perasaannya padaku”
“kalau kau tidak bisa, yasudah tidak usah”
“Mwo?! Kau ini, dari tadi membuatku emosi!!”
“ahh.. mian, mianhae. Sekarang kau katakana saja padaku kenapa kau menyukainya? Pasti ada sebabnya kan?”
“Hmm.. sebenarna aku juga kurang yakin. Tapi saat aku mendengar ia bernyanyi dan bermain gitar aku merasakan perasaan lain yang ada di hatiku. Wajahnya dan senyumnya selalu ada di benakku.”
Aku terus memberi tahu donghae semua tentang yesung dan dia mendengarkan ku sambil asik memakan ramen. Setelah panjang lebar aku menjelaskan, donghae pun bicara.
“arraseo, aku mengerti. Tinggal berapa minggu lagi kau menjadi budaknya?”
“seminggu lagi” jawabku sambil memakan ramen yang sudah aku tinggalkan semenjak berceloteh ria tadi (?).
“ne, seminggu itu kau pergunakan untuk mencari tahu dan meyakinkan perasaanmu. Karena aku seorang namja, sama sepertinya kan?”
Aku menatap sinis ke arahnya.
“Lee Donghae, aku serius. Pastilah dia seorang namja”
“Hahaha.. maka dari itu aku menanyakan itu padamu. Siapa tahu kalau dia bukan seorang namja” donghae tertawa terbahak-bahak(?) meledekku.
“Kau ini! Lanjutkan!” kataku tanpa memperdulikannya yang tertawa.
“haha.. haha.. baiklah.. karena aku dan dia seorang namja. Dan aku pasti tahu perasaan dan gerak-geriknya. Kau ceritakan semua padaku, arraseo?”
“ceritakan apa?”
“Aisshh.. kau ini babo sekali ckckck” kata donghae sambil menggelengkan kepalanya.
“kau ceritakan kelakuannya padamu” lanjutnya. Dan aku hanya ber ‘oh’ ria.
“ne, arraseo.. tapi tunggu, memangnya kau pernah jatuh cinta?” kataku meledeknya.
“Ya! Kau anggap siapa aku? Aku ini namja tampan, popular, romantic, multitelenta dan digilai banyak yeoja.. aku juga pintar”
“yaya.. kau mulai lagi” kataku menggelengkan kepala.

##

Hari ini aku melakukan semua sesuai dengan rencana donghae. Setiap malam donghae datang ke apartement ku untuk mengetahui apa yang terjadi denganku dan yesung.
Setiap ada waktu juga yesung selalu menelpon ku. Dia menanyakan yang aneh-aneh padaku, yang membuatku bingung dibuatnya. Tapi mungkin itu tanda perhatiannya padaku.

Malam ini aku ada janji makan malam dengannya dan sebentar lagi dia akan menjemputku. Aku menunggunya di ruang tamu. Namun perasaan ku sedikit tidak nyaman, seharusnya saat ini dia sudah sampai. Ku coba menelponnya, namun tidak di angkat. Aku mencoba menelpon ryeowook, kata ryeowook dia sudah berangkat satu jam yang lalu.
Tiba-tiba saat aku sedang gelisah menunggunya ponselku berdering, aku berharap itu dari yesung, namun dugaan ku salah. Itu dari ryeowook.
“yeobseyo hyo sup-ahh, cepat ke rumah sakit. Yesung hyung mengalami kecelakaan” dengan suara parau ryeowook menelponku. Dan tanpa basa-basi lagi aku langsung pergi ke rumah sakit yang tadi disebutkan oleh ryeowook.

##
@Seoul hospital

Aku berlari menuju ruang UGD. Aku melihat ryeowook yang sedang mondar-mandir (?) di depan pintu ruangan itu. Sedangkan kyuhyun, ia duduk dengan tenang namun sangat terlihat sekali kalau dia juga khawatir seperti ryeowook. Aku pun menghampiri mereka.
“apa yang terjadi?” Tanya ku pada ryeowook, seketika dia menghentikan langkahnya dan menoleh ke arahku dan memelukku
“aku belum tahu pasti, uissa belum keluar. Yang aku tahu pasti hyung mengalami kecelakaan saat menjemputmu. Aku sangat takut hyo-ahh”
Aku merasakan bahuku basah, ryeowook menangis di pelukanku. Aku pun juga begitu.

Kami ber tiga menunggu cukup lama. Namun sebelumnya uisa sudah keluar, dan ia berkata kalau tangan yesung harus segera di operasi.
“siapa keluarganya?”Tanya uisa saat dia keluar dari ruangan.
“kami” seru kami serempak.
“arraseo. Pasien sudah melewati masa keritis. Lengannya yang telah kami operasi pun terlihat baik-baik saja.”
“apakah kami bisa masuk?” Tanya ku pada uisa.
“silahkan, namun jangan membuat keributan. Pasien masih belum siuman”
Uisa pun pergi meninggalkan kami. Aku, ryeowook dan kyuhyun pun masuk ke dalam ruangan yesung.
Saat aku masuk, aku melihat kepala dan pergelangan tangan yesung dibalu dengan perban. Ia terbaring dengan wajah yang tenang. Aku mendekatinya dan mengenggam tangan kirinya yang tidak di perban namun tersambung dengan selang infuse. Aku tidak bisa lagi menahan air mata ku, saat itu juga aku manangis. Kyuhyun yang melihat ku menangis ia mendekatiku lalu mengelus lembut rambutku untuk menenagkanku.
“tenanglah eonni, hyung sudah baik-baik saja”
“bagaimana bisa tenang, kalau penyebab kecelakaan ini adalah aku eoh?!” kata ku sedikit emosi. Namun kyuhyun tidak mempedulikan kata-kata ku, dia terus mengelus dan menenangkanku. Kyuhyun memang yang paling tenang antara aku dan ryeowook.
“aku tidak kuat, aku keluar” pamit ryeowook padaku dan kyuhyun.
“aku ikut hyung” jawab kyuhyun. Mereka berdua pun keluar dari ruangan.
Kini tinggal aku yang ada di ruang ini, duduk menangis di samping yesung. Aku terus menggenggam tangannya, sesekali aku mencium punggung tangannya.
Semalaman aku terus di sampingnya ampai aku tertidur tetap pada posisiku.

@morning
Aku merasakan tangan yang mengelus rambutku,lembut dan membuatku sangat nyaman. Aku terbangun dan mendongakkan kepalaku, ku lihat yesung tersenyum padaku. Senyuman yang hangat di pagi hari.
“Yesung! Kau sudah sadar? Aku sangat menghawatirkanmu. aku bersalah, karena kau menjemputku kau jad seperti ini. Mianhae” kataku sambil menundukkan kepalaku.
“nan gwenchana, tenanglah dan ini bukan salahmu. Aku saja yang tidak focus saat menyetir.”
“tapi pergelangan tanganmu? Kau tidak bisa bermain girtar lagi”
“ani, dengan terapi yang rutin aku masih bisa bermain gitar. Kau tenang saja, aku pasti bisa”
“ahh.. jeongmal mianhae yesung”
“gwenchana hyo sup-ahh harus berapa kali aku katakana padamu eoh? Hyo sup-ahh kau masih menjadi budakku kan?”
“ne, waeyo?”
“aku minta kepadamu untuk menjenguk dan menjaga ku saat aku masih di rumah sakit. Arraseo?”
“ne, arrseo.. tapi sisa hari ku menjadi budakku tinggal 5 hari lagi”
“yaa.. selama itu kau harus manjegaku”
“hmm..” aku mengangguk setuju.

##
Sejak kecelakaan itu sisa hari ku  menjadi budak yesung ku lalui di rumah sakit untuk menjaganya, menyuapinya makan, kadang mengajaknya ke taman rumah sakit atau bermain.

@Taman Rumah sakit
“hai eonni, kenapa kau ada disini?” kyuhun menghampiriku dan duduk di sampingku.
“hai kyu, aku sedang mencari udara segar saja. Lagi pula ada ryeowook yang menemani yesung. Kau kenapa ada disini?”
“aku juga sama dengan eonni” jawab kyuhyun yang menampilkan senyumannya padaku dan aku membalas senyumannya. Sejenak suasana menjadi hening, aku dan kyuhyun berkutat dengan pikiran masing-masing.

“eonni, kau mau mendengarkan lagu bersamaku?”
“hmm.. boleh”
“tunggu sebentar” kyuhyun mengambil earphone dan ipod miliknya dari tas yang ia bawa tadi, lalu ia mengulurkan earphone sebelahkananya padaku. Aku pun menerimanya dan memasangkannya di telingaku.

(Play Super junior – thank you)
Aku memejamkan mataku menghayati setiap bait di lagu yang ku dengarkan. Lagu ini membuatku tenang. Namun tiba-tiba aku terkejut dan membuka mataku saat merasakan sesuatu di pipiku. ‘kyuhyun menciumku?’ batinku. Aku menoleh ke arah kyuhyun.
“aku menyukaimu eonni” kata kyuhun menunjukkan senyuman manisnya.
“MWO?!” jawabku terkejut mendengar perkataan kyuhyun.
“ne, aku menyukaimu karena kau telah menjaga hyung tersayangku. Kamsahamnida eonni” jawab kyuhyun dengan wajah polosnya.
‘hufftt.. untungah, aku kira dia benar-benar menyukai ku’ batinku meras lega.
“Yak! Kau ini membuatku terkejut saja. Aku kira kau benar-benar menyukaiku. Ne, cheonmaneyo kyuhyunnie” aku tersenyum padanya.
“ eonni terlalu percaya diri sekali, lagi pula aku tidak akan menyukai wanita yang sudah tua” kata kyuhyun menunjukkan wajah evil nya.
“Yak! Kau ini, aku kan lebih muda darimu. Kau saja yang memanggilku dengan sebutan eonni. Aku akan membuat mu meminta maaf padaku”
Aku pun memulai mengelitik (?) pinggang kyuhyun yang membuatnya tidak bisa berhenti tertawa. ‘rasakan kau kyuhyun’ kataku evil.
“eonni hentikan” kata kyuhyun, dia juga tidak mau kalah dia membalas mengelitiki ku. Aku dan kyuhyun pun saling tertawa.


-yesung pov-

@ruang inap
“aku bosan disini wookie, aku ingin ketaman” Kataku yang beranjak dari tempat tidur.
“akan aku temani hyung”
“aniya, kau disini saja. Aku ingin sendiri”
Ku lihat wookie berfikir sejenak.
“hmm.. arraseo, hati-hati hyung”
“ne” aku keluar dari ruang inap ku. Aku jalan perlahan menyusuri lorong rumah sakit yang tampak tidak begitu ramai untuk menuju ke taman.
Aku mengambil nafas panjang lalu menghembuskannya.’ini sangat segar’ batinku. Aku menyusuri jalan setapak yang dipenuhi bunga-bunga yang indah. Namun saat itu langkahku terhenti, aku sangat terkejut. Aku tidak menyangka kyuhyun melakukan itu di belakangku.
Kyuhyun mencium hyo sup dan mereka terlihat sangat mesra dengan tertawa bersama yang jarang dilakukan ku dengan hyo sup. Aku tahu aku bukan siapa-siapa nya hyo sup, namun aku sangat menyukainya. Sungguh ini sangat menyakitkan, melihat dongsaeng kesayanganku mencium yeoja yang kucintai. Dadaku sesak melihatnya.
Aku tidak kuat lagi menahan emosi ku, ku kepal erat tanganku. Aku berlari untuk cepat sampai di ruang inapku. Namun saat tiba di depan pintu ruangan ku, aku memejamkan mataku.
“kau harus tenang dan bersikap bahwa tidak ada yang terjadi di depan wookie, jangan buat dia khawatir” gumamku sebelum membuka pintu. Setelah aku yakinkan diriku, aku pun membuka knop pintu secara perlahan.
“hyung, kau sudah kembali? Kenapa cepat sekali? Apa terjadi sesuat?” pertanyaan wookie yang bertubi membuatku sedikit bingung untuk menjawab apa padanya.
“hyung, gwenchana?” tanyanya lagi padaku yang hanya diam.
“ahh.. gwenchana” jawabku lalu jalan menuju ranjangku untuk mengistirahatkan tubuh dan otakku. Namun hatiku masih sama…. Sakit.

-yesung pov end-

@taman

Aku dan kyuhyun masih terus bercanda gurau (?) di taman.
“ahh eonni, hentikan.. aku sudah tidak kuat” kyuhyun berhenti mengelitiku dia terlihat lemas. Aku pun menghentikan juga.
“ahh.. eonni” lirih nya yang membuatku sedikit terkekeh. Kyuhyun melihat arloji yang bertenger di lengannya.
“eoh, sudah sore lebih baik kita masuk eonni” ajak kyuhyun padaku.
“eoh, kajja” jawabku dan kyuhyun menggandeng tanganku.

Aku pun berjalan menyusuri lorong rumah sakit dengan kyuhyun yang tetap menggandeng tanganku. Sesampainya di ruang inap yesung, kyuhyun membuka pintu terlebih dahulu. Aku hanya mengekorinya di belakang.
“hai hyung” sapa kyuhyun pada yesung dan wookie yang sedang asik menonton acara televisi. Tapi yesung hanya diam memandang kosong ke arah televise tanpa menyahuti sapaan kyuhyun. Hanya wookie yang membalas.
“yesung, waktunya minum obat. Aku ambilkan ne?” kataku yang mengingat waktu untuk yesung minum obat.
“andwe! Wookie ambilkan untukku” jawab yesung tanpa menoleh ke arah ku.
“ne hyung” wookie bangkit dari tempat duduknya dan mengambil minum serta obat yang berada di meja. Dan aku hanya diam bingung kenapa skao yesung berubah padaku. Selesai minum obat yesung bicara pada ku.
“hey kau!”
“ne, waeyo?” tanyaku dengan wajah yang masih bingung.
“lebih baik kau pergi, aku tidak membutuhkanmu dank au tidak usah menjadi budakku lagi. Ini yang terakhir dan aku tidak ingin melihatmu lagi. Aku sangat membencimu dan sekarang cepatlah kau enyah dari hadapanku. Kyuhyun! Kau juga pergi dari hadapanku, aku ingin istirahat. Aku ingin sendiri disini”
Aku terkejut dan sesak di bagian dadaku dengan ucapannya tadi, ia pun membaringkan tubuhnya lalu menutupi tubuhnya dengan selimut dan membelakangiku.
“baiklah hyung, aku tidak tahu masalahmu. Nanti kita jelaskan saat kau sudah tidak seperti ini” jawab kyuhyun engan tenang lalu menarikku untuk keluar dari ruang inap yesung dan ryeowook mengikuti kami dari belakang.
Aku tidak bisa menahan tangisan ku lagi, dadaku saat ini sangat sesak. Akhirnya air mataku jatuh, aku berhenti melangkah. Kyuhyun menengok ku yang berada di belakangnya.
“menangislah eonni” kata kyuhyun lalu merengkuh tubuhku untuk memeluknya. Aku menangis keras di dada bidangnya.
“apa salahku kyu.. hisk.. a.. aku bingung kyu hisk..” kataku yang masih dengan isakan.
“tenanglah hyo-ahh.. mungkin suasana hati yesung hyung sedang tidak baik. Tenanglah” wookie ikut mengelus lembut rambutku untuk menenangkanku. Namun bukannya aku menghentikan tangisanku tapi aku malah semakin keras menangis di pelukan kyuhyun.
“kyu, lebih baik kau bawa hyo sup pulang. Dia perlu istirahat” kata wookie memerintah kyuhun.
“ne hyung” jawab kyuhyun.
“eonni, ayo kita pulang” ajak kyuhyun padaku, ia melepaskan pelukannya padaku lalu merangkul bahuku. Aku menunduk dan mengikuti kyuhyun yang membawa ku.

-kyuhyun pov-
@ car
Aku melajukan mobil eonni dengan kecapatan yang sedikit lambat. Aku dan eonni saling diam, ku lihat eonni masih terisak di sampingku. Aku tidak tega melihatnya seperti ini. Aku pun mengambil ponsel ku di dask mobil dan mengirimkan pesan singkat padanya.

To: donghae

Donghae hyung, ke apartement eonni sekarang. Ia sangat membutuhkanmu.

Karena mengingat aku sedang menyetir ku taruh lagi ponsel ku di dask mobil. Tidak ada balasan dari donghae hyung.
Sesampainya di apatement eonni aku melihat donghae hyung yang berdiri di depan pintu apartement. Dia melihat mobil eonni lalu menghampiri kami. Eonni keluar tanpa sepatah kata pun, ia seperti mayat hidup.
“aigo~~ ada apa denganmu hyo?” Tanya donghae hyung tekejut dengan keadaan eonni. Eonni hanya diam lalu menghambur ke arah donghae hyung dan memeluknya. Donghae hyung menatapku dengan tatapan bingungnya, aku hanya menatapnya kembali dengan isyarat untuk membawanya masuk ke dalam.
“aku akan kirim pesan” kataku tanpa suara hanya menggerakkan bibirku kea rah donghae hyung. Ia hanya mengangguk lalu membawa eonni ke dalam.


-kyuhyun pov end-

-donghae pov-



@apatement lee hyo sup

“kau duduk lah disini, aku ambilkan minuman untukmu setelah itu kau jelaskan padaku” kataku yang mendudukkan hyo sup di sofa tempat kami sering duduk. Ia hanya diam dan menuruti apa kataku.
Aku pun berjalan ke arah dapur lalu mengambilkannya air putih.
“ige, minumlah dulu” kata ku menyerahkan segelas air untuknya. Hyo sup mengambil gelas yang aku berikan padanya lalu meneguk nya sedikit. Aku pun duduk di sebelahnya.
“nah, sekarang kau ceritakan padaku” kataku dan menghadapkan tubuhnya kearahku.
“ye.. yesung donghae-ah” kata hyo sup memulai bercerita, namun air matanya seketika jatuh saat memulai bicara. Aku menangkupkan kedua tanganku ke pipinya dan menghapus air matanya.
“tenangkan dirimu, lalu cerita padaku” kataku menenangkannya. Ku lihat ia memejamkan matanya lalu menghirup nafas panjang.
“dia membenciku dan tidak ingin menemuiku” kata hyo sup yang langsung ke intinya, tanpa penjelasannya lagi aku langsung memeluknya dan mengusap lembut punggungnya.
“menangislah, keluarkan semua rasa sakitmu aku akan disini untuk menemanimu.” Kataku lagi padanya.
Aku masih bingung apa yang terjadi, aku juga ingin bertanya lebih pada hyo sup. Namun aku tidak tega untuk bertanya padanya, aku pun menunggu kyuhyun yang akan menjelaskannya padaku.

~~~~

Aku mengerjapkan mataku dan merentangkan tanganku. Aku merasa kaku di daerah kaki ku, aku pun menunduk dan melihat hyo sup dengan mata yang bengkaknya tertidur lelap di pangkuanku. Aku pun menyisipkan rambut di telinganya dan mengelus lembut kepalanya.
“ahh.. lee ho sup, malang sekali kisah cintamu. Sahabatku ini, sampai kapan aku menjagamu?” kataku lirih.
Karena sedikit terusik ia menggeliat dan mengerjapkan matanya lalu membalikkan tubuhnya ke arahku.
“donghae-ahh, kau tidur disini?” kata hyo sup dengan suara khas orang yang bangun tidur.
“ne, kau tidak lihat kakiku yang ditibani olehmu? Cepatlah kau bangun nona lalu cuci mukamu” kataku yang sengaja meledeknya.
“ahh.. kau ini” jawabnya bangun dari tidurnya dan berjalan menuju kamar mandi. Aku hanya terkekeh melihatnya. Dia sangat lucu kalau habis bangun tidur. kekeke..

“Kya..!!!! donghae-ahh” teriaknya dari kamar mandi yang membuatku terkejut. Aku pun berlari ke kamar mandi.
“ada apa eoh?” tanyaku padanya yang bercermin.
“mataku hae, kenapa seperti ini.. sangat mengerikan” kata nya dengan wajah polosnya.
“ahh kau ini aku kira ada apa.. kau bertanya padaku? Bukannya kau yang membuat matamu seperti itu eoh? Sudahlah tak apa, lagi pula kau tetap jelek putri panda” kataku yang meledeknya. Dia menatap tajam ke arah ku dan mempoutkan bibirnya.
“tuhkan kau memang panda” ejekku lagi lalu segera pergi sebelum ia memakan ku hihihihi..
“Yak! LEE DONGHAE… AKU MANUSIA BUKAN PANDA!” ia menjerit padaku. Hahahaha… tak apalah yang penting ia sedikit melupakan kesedihannya.

-donghae pov end-

### NIGHT

-kyuhyun pov-
@ apartement KRY

Saat ini kami sedang ada di ruang tv. Aku sedang asik memainkan psp ku tercinta di sofa, namun aku tidak bisa konsentrasi dengan permainanku. Hubungan ku dengan yesung hyung saat ini sedikit merenggang dan sampai saat ini juga aku tidak tahu keadaan eonni.
“kyu, sebaiknya kau ceritakan semua kepada kami. Aku tidak tahan lagi melihatmu dan yesung hyung yang tidak berkomunikasi.” Wookie hyung membisikkan ku saat dia berada di sampingku. Aku pun menghentikan permainanku dan menghela nafas panjang.
“ne” jawab ku singkat.
“ yesung hyung, aku ingin bicara padamu”  kata ku memulai pembicaraan pada yesung hyung. Ku lihat ia tidak menanggapiku sama sekali. Aku pun melanjutkan pembicaraanku.
“baiklah. Aku akan bicara sekarang. Sebenarnya ada salah paham disini, aku tahu kau cemburu hyung dengan ku. Aku tahu kau ada saat aku dan eonni di taman rumah sakit dan aku tahu kau melihat itu semua. Aku tahu aku salah hyung telah menciumnya..”
“MWO?! Kyuhyun kau..?!” kata wookie hyung yang memutuskan bicaraku.
“ne hyung, aku memang telah menciumnya. Eonni juga terkejut saat itu, tapi kau tahu apa yang ku katakana padanya setelah menciumnya?... aku bilang padanya kalau aku menyukainya, aku menyukainya karena dia telah merawatmu hyung, aku sangat menyayangimu hyung dan kulihat eonni sangat mencintaimu. Jadi kumohon padamu hyung, eonni tidak bersalah sama sekali. Kau boleh membenciku, tapi tolong jangan membenci eonni.” Jelasku panjang lebar pada yesung hyung, namun yesung hyung tetap tidak bergeming. Hening, tiba-tiba suasana di ruangan ini sangat sepi. Tak ada suara apapun dari kami, hanya suara televisi yang mengisi ruangan ini.

“aku akan keluar sebentar” kata yesung hyung mengheilangkan keheningan. yesung hyung pun keluar dari apartement, sebelumnya ia mengambil gitarnya yang berada di dalam kamarnya.
“apa dia tidak apa-apa?” kata wookie hyung padaku.
“taka pa hyung, aku telah menjelaskan semua padanya. Biarkan ia memikirkannya” kataku yang telah asik lagi dengan permainan psp ku #tetep psp =,=

-kyuhyun pov end-

Hari ini adalah hari terakhirku menjadi budak yesung, namun hari ini ku lalui bersama donghae di apartement ku. Dia menemaniku makan, nonton dvd drama dan juga menghiburku dengan leluconnya. Yaa.. itu cukup untuk membuatku melupakan yesung.

“donghae-ahh.. aku bosan. Aku ingin bermain gayageumku, sudah lama aku tidak memainkannya. Aku ke taman dulu ya” ijin ku ke donghae yang sedang asik dengan masakannya. Tanpa menunggu jawabannya aku pun menuju kamar untuk mengambil gayagaeumku.
“aku boleh ikut? Ini sudah malam hyo-ahh” sahut donghae setelah aku mengambil gayageumku.
“shireo, aku hanya ingin sendiri. Kau disini saja dan masak yang enak ya, jangan hanya membuat dapurku seperti kapal pecah.” Kataku sambil menuju pintu.
“hey! Kau meragukan masakanku? Aku ini bisa masak, kau tahu! Ya sudahlah, kalau itu mau mu. Hati-hati hyo-ahh.”
“ne, tenang saja. Aku keluar ne?” jawab ku lalu keluar dari apartemenku dengan membawa gayageumku yang sedikit berat.

~~
Aku jalan menyusuri jalan setapak menuju taman yang tidak terlalu jauh dengan apartementku. Disini tidak terlalu sepi, yaa.. karena ini masih pukul 7 malam. Aku jalan ditemani dengan lampu taman. Aku terus menyusuri jalan sampai aku menemukan tepat yang sangat pas untuk ku bermain gayageum.
Aku pun berhenti di sebuah kursi taman. Aku duduk di kursi itu dan mengeluarkan gayageumku, saat itu juga aku mulai memainkan lagu favorite ku dengan gayageum.

-yesung pov-

Aku keluar dari apartement untuk mencari udara segar sambil membawa gitar kesayanganku ini. Aku jalan menyusuri jalan setapak menuju taman. Saat aku sedang berjalan, aku mendengar dengan samar-samar suara alat music gayageum. Dengan mendengarnya aku merindukan hyo-sup.  ‘ahh.. kenapa aku merindukannya?’ batinku.
Karena rasa penasaranku sangat besar kepada seorang yang memainkan gayageum itu, aku pun mengikuti suara itu. Sampai akhirnya aku berhenti saat melihat seorang yeoja duduk di kursi dan membelakangiku. Aku tersu mendekat ke arahnya.
“permisi noona, permainan gayageummu sangat bagus. Apakah aku boleh duduk disini?” kataku yang masih di belakangnya. Karena mendengar suara ku, yeoja itu pun menghentikan permainannya dan menoleh ke arahku.
“silah.. kan” kata yeoja itu yang membuatku terkejut.
“hyo.. hyo sup-ahh?!” kataku yang terkejut juga. Aku ingin lari dari sini, namun sebelum aku lari seperti orang bodoh hyo sup langsung bicara.
“eoh.. silahkan yesung-ahh.. ini jug ataman umum” dia mengubah ekspresi terkejutnya dengan senyuman manisnya. Aku sangat menyukai senyumannya itu. Akhirnya dengan berani aku duduk tepat di sampingnya.

HENING!
Kami merasa canggung satu sama lain adan hanya diam dengan pikiran kami masing-masing.
“hmm.. permainanmu bagus” padaku yang menghilangkan kecanggungan di antara kami.
“gomawo” jawab hyo sup singkat. Aku menoleh ke arahnya.
“baiklah, kau mau mendengarkan permainanku?” Tanya ku padanya, ia pun menoleh ke arah ku. Tatapan kami saling bertemu, ia tersenyum dan mengangguk.
Aku pun tersenyum dan mengambil gitar yang tadi aku taruh di sebelahku. Aku memainkan lagu favorit ku.

-yesung pov end-

Dia datang, dia bermain gitar lagi tepat di sebelah ku. Jujur aku sangat merindukannya. Tapi kenapa dia berubah? Apa dia sudah tidak melupakan kata-katanya waktu itu? Ahh.. dia sedang memainkan gitar, maka dari itu ia menjadi lebut.
Aku sangat menikmati permainan gitarnya yang bisa membiusku. Yaa.. seperti saat itu.

-yesung pov-

Aku menghentikan laguku. Aku menoleh ke hyo sup.
“lee hyo sup” aku memanggilnya.
“ne?” dia menoleh ke arah ku.
“mianhae” kataku padanya.
“mianhae karena aku telah alah paham padamu dan kyuhyun. Aku tidak bisa menahan emosiku. Jujur saat aku melihat kau dan kyuhyun hati ku sangat sakit. Kataku menundukkan kepala.
“aku sudah memaafkanmu” jawabnya singkat.
“itu saja?”  Tanya ku padanya dan mendongakkan kepalaku.
“ne, memangnya ada apa lagi?”
Aku menggenggam tangannya dan mendekatkan wajahku padanya lalu mencium keningnya. Aku berhenti, takut ia memberontak. Namun ia hanya diam. Aku pun tersenyum dan mendekat kea rah telinganya.
“saranghae” bisikku tepat ditelinganya. Kurasakan tubuhnya sedikit menegang, namun ia tetap diam. Aku pun melanjutkan mencium pipi kirinya dan melihat wajahnya yang merona merah. Aku hanya tersenyum, mengangkat sebelah alisku untuk menunggu jawabannya.
“na.. na.. nado” akhirnya ia menjawab perasaanku. Aku mengembangkan senyumku. Aku mendekatkan wajahku kembali kapadanya.


CHUP~~

Aku menempelkan bibirku ke bibir mungilnya. Tak ada pergerakkan, hanya menempelkan.

-yesung pov end-

“na.. na.. nado” kataku yang tersadar dari rasa terkejutku. Ku lihat yesung menunggu jawabanku, ia tersenyum manis yang membuatku tak biasa berkata apapun. Dia mendekatkan wajahnya padaku, dengan cepat aku menutup mataku. Jantungku brdegup sangat kencang saat bibirku dan bibir nya bertemu. Aku masih diam, tak membalas ciumannya.
Yesung melepaskan genggaman tangannya dan melingkarkan tangannya di pinggangku tanpa melepaskan ciuman kami. Dia mendekatkan tubuhku ke tubuhnya yang membuat ciumannya semakin dalam padaku. Dia mulai menggerakkan bibirnya, aku pun tersadar dan mulai membalas ciumannya. Melingkarkan lenganku di lehernya dan menekan bibir lembutnya semakin dalam. Dia melepaskan ciumannya.
“saranghae” dia mengecupku singkat lalu tersenyum.
Aku pun membalas senyumannya “nado oppa” lalu memeluknya erat.
Aku melepaskan pelukan ku padanya.
“oppa, bagaimana kalau kita memainkan alat music kita masing-masing dengan lagu favorite kita.. eotteohke?” kataku yang antusias dengan ide yang tiba-tiba datang padaku (?). yesung terlihat berfikir lalu dia menyungingkan senyumannya.
Kami pun mengambil alat music kami yang tadi sempat terlantarkan (?) dan memulai memainkan lagu favorite kami.

‘perbedaan antara gitar dan gayageum sangatlah jauh. Gitar alat music modern dan gayageum alat music tradisional. Namun dengan perbedaan tersebut dapat membuat alunan music yang sangat serasi dan indah di dengar’



-kyuhyun pov-

Aku tetap bersembunyi di balik pohon ini dan tersenyum melihat hyung dan eonni tersenyum bahagia. Aku pun berencana untuk kembali ke apartement, namun tiba- tiba aku melihat seorang namja yang juga sedang mengintip (?) hyung dan eonni. Aku mendekat ke arah namja itu
“neo! Nuguya?” kataku menepuk bahunya dan membuatnya terkejut.
“yak! Kau ini.. jangan berisik nanti dia melihat kita” jawab namja itu dengan menaruh telunjuknya di bibir.
“donghae hyung?! Kau sedang mengintip hyung dan eonni juga?”
“ne, kau juga?”
“ne” jawabku sembari menganggukan kepalaku.

-kyuhyun pov end-

-donghae pov-

“ahh.. aku sudah tenang kyu, akhirnya putri sayurku menemukan cintanya” kataku pada kyuhyun yang berada di samping ku.
“ne hyung, hyung ku yang dingin itu juga menemukan cintanya” jawab kyuhyun.
“hmm..” aku menoleh ke arah kyuhyun, tiba- tiba sebuah ide menghampiriku.
“kyu, ikut aku ke apartement hyo sup.” Ajakku pada kyuhyun sambil menarik lengannya.
“yak! Untuk apa hyung?” Tanya kyuhyun padaku.
“bantu aku memasak makan malam dan ajak juga ryeowook. Kita makan bersama. Eotteohke? Eoh?”
“Mwo?! Aku tidak bisa memasak hyung, nanti aku malah akan membunuh kalian semua dengan masakanku.”
“aigo~~ aku tidak mau tahu kau harus membantuku dan kita makan bersama!” aku terus menarik lengan kyuhyun.
“ANDWE..!!!! Aku bisa menjadi penjahat kalau seperti ini”

-FIN-



Huwaaaa… akhirnya ni ff selesai juga…
Eotteohke? Bagusa ga? Engga kan? Ancur mungkin -,-
Tapi makasih yang udah mau baca ff pertama ku ini..
Jeongmal gomawo..~~~ *bow
Sampai bertemu di ff abalku berikutnya.. ^^